Berita

Ilustrasi (Gambar: Babbe)

Bisnis

Pasar Kripto Positif, Bitcoin Makin Cuan

SELASA, 17 MARET 2026 | 13:11 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pasar kripto saat ini menunjukkan tren positif, didorong oleh sentimen yang membaik dan momentum kenaikan yang cukup kuat di berbagai aset digital.

Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin mencatat kenaikan sebesar 1,10 persen dan berada di level 74.169 Dolar AS pada Selasa siang, 17 Maret 2026, menurut data CoinMarketCap.

Kenaikan ini sedikit di bawah rata-rata pasar kripto secara keseluruhan yang tumbuh 1,29 persen, namun tetap mencerminkan tren bullish yang solid. Pergerakan Bitcoin juga menunjukkan korelasi cukup kuat, sekitar 53 persen, dengan S&P 500, menandakan bahwa faktor makro dan kondisi pasar global ikut memengaruhi arah harga.


Dari sisi fundamental pasar, kenaikan Bitcoin tampaknya bukan dipicu oleh satu faktor besar, melainkan oleh momentum pasar secara keseluruhan. Total kapitalisasi pasar kripto naik menjadi sekitar 2,54 triliun Dolar AS, menunjukkan adanya aliran dana yang masuk dan meningkatnya minat investor terhadap aset berisiko.

Selain itu, aktivitas di pasar derivatif juga mengalami lonjakan signifikan. Open interest meningkat 9,84 persen menjadi 443,63 miliar Dolar AS, yang mengindikasikan banyaknya posisi leverage baru yang dibuka oleh trader. 

Di saat yang sama, volume perdagangan spot melonjak tajam sebesar 73,31 persen ke 58,07 miliar Dolar AS, memperkuat sinyal bahwa kenaikan harga didukung oleh aktivitas transaksi nyata, bukan sekadar spekulasi tipis.

Likuidasi juga menjadi faktor penting dalam pergerakan harga. Total likuidasi Bitcoin mencapai 172,46 juta Dolar AS, dengan sekitar 69 persen berasal dari posisi short. Artinya, banyak trader yang sebelumnya bertaruh harga turun justru terpaksa menutup posisi, sehingga ikut mendorong harga naik lebih tinggi (short squeeze).

Dari perspektif teknikal jangka pendek, Bitcoin kini menghadapi area resistensi di sekitar 74.902 Dolar AS, yang merupakan titik tertinggi terbaru. Indikator RSI 7 hari berada di level 76,75, menandakan kondisi jenuh beli (overbought), sehingga ada potensi pasar mengalami konsolidasi atau koreksi ringan dalam waktu dekat.

Sementara itu, level support terdekat berada di kisaran 71.988 Dolar AS, yang merupakan area retracement Fibonacci 23,6 persen. Level ini menjadi titik penting untuk menjaga tren kenaikan tetap bertahan jika terjadi tekanan jual dalam jangka pendek.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Istana Minta Kritik terhadap BI Dijadikan Evaluasi Penguatan Komunikasi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 14:23

Kursi Dua Wamen Kosong, Pemerintah Belum Siapkan Pengganti

Sabtu, 06 Juni 2026 | 14:10

Mensesneg soal Kabar Said Iqbal Masuk Kabinet: Masih Didiskusikan

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:59

Mubes V Kosgoro 1957 Digoyang Penolakan Daerah

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:52

AS Hantam Iran dengan Sanksi Baru, Jaringan Penyelundupan LPG Jadi Target

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:37

Istana Bantah Isu Menkeu dan Gubernur BI Bakal Dicopot

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:31

Prasetyo Hadi: Sinergi Pemerintah, DPR, dan BI Kunci Jaga Stabilitas Ekonomi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:20

Bank Indonesia Sudah Intervensi, Mengapa Rupiah Tetap Melemah?

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:08

Menkeu Purbaya Bantah Omzet Warteg Turun Jadi Bukti Daya Beli Lesu

Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:47

Daftar Komoditas Dirilis, Danantara SDI Siap Kendalikan Rezim Baru Ekspor RI

Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:21

Selengkapnya