Berita

Ilustrasi (Foto: RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Ketika Lebaran Usai, Saatnya Menata Kesehatan dan Keuangan Keluarga

SELASA, 17 MARET 2026 | 10:46 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Lebaran selalu menjadi momen yang dinantikan banyak keluarga di Indonesia. Setelah sebulan menjalani ibadah Ramadan, masyarakat merayakan hari kemenangan dengan berkumpul bersama keluarga, bersilaturahmi, hingga menikmati berbagai hidangan khas. 

Tradisi mudik, makan bersama, dan berbagi kebahagiaan menjadikan Lebaran terasa hangat dan penuh makna.

Namun setelah perayaan usai, banyak keluarga perlu kembali menyesuaikan diri dengan rutinitas harian. Perubahan pola makan, kelelahan akibat perjalanan, hingga pengeluaran selama Ramadan dan Lebaran membuat sebagian orang perlu kembali menata kondisi fisik sekaligus finansial.


Agar masa transisi setelah Lebaran tetap berjalan dengan baik, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan keluarga untuk menjaga kesehatan sekaligus memperkuat kesiapan finansial.

Mengembalikan Pola Makan Secara Bertahap

Selama Lebaran, konsumsi makanan berlemak, manis, dan bersantan cenderung meningkat. Untuk membantu tubuh kembali seimbang, penting bagi keluarga mulai mengatur pola makan secara bertahap.

Mengonsumsi lebih banyak sayur, buah, serta memperbanyak air putih dapat membantu tubuh memulihkan energi sekaligus menjaga metabolisme tetap stabil.

Memastikan Istirahat yang Cukup

Perjalanan mudik sering kali memakan waktu panjang dan melelahkan. Setelah kembali ke rumah, tubuh membutuhkan waktu untuk beristirahat.

Istirahat yang cukup membantu memulihkan stamina dan menjaga daya tahan tubuh, sehingga anggota keluarga dapat kembali beraktivitas dengan kondisi yang lebih prima.

Memulai Kembali Aktivitas Fisik

Setelah masa libur yang cenderung santai, aktivitas fisik ringan dapat menjadi cara sederhana untuk menjaga kebugaran. Jalan kaki, peregangan, atau olahraga ringan di rumah dapat membantu tubuh kembali aktif secara perlahan.

Selain menjaga kesehatan, aktivitas ini juga membantu tubuh menyesuaikan diri dengan rutinitas harian.

Melakukan Pemeriksaan Kesehatan Jika Diperlukan

Jika setelah Lebaran masih muncul keluhan kesehatan, seperti kelelahan berkepanjangan atau gangguan pencernaan, tidak ada salahnya melakukan pemeriksaan ke dokter.

Langkah ini penting untuk mendeteksi potensi masalah kesehatan sejak dini dan mencegah risiko yang lebih besar di kemudian hari.

Menyiapkan Perlindungan Finansial Keluarga

Selain kesehatan fisik, perlindungan finansial juga menjadi hal yang tidak kalah penting bagi keluarga. Setelah berbagai pengeluaran selama Ramadan dan Lebaran, periode ini dapat menjadi momentum untuk kembali menata keuangan.

Salah satu langkah yang dapat dipertimbangkan adalah memiliki perlindungan terhadap risiko penyakit kritis yang dikelola sesuai prinsip syariah. Perlindungan ini dapat membantu keluarga menghadapi risiko kesehatan tanpa harus mengganggu stabilitas keuangan.

Salah satu contohnya adalah produk perlindungan penyakit kritis SHIFA Essential dari Sun Life Syariah, yang memberikan perlindungan hingga Rp8 miliar per tahun serta santunan meninggal dunia hingga Rp400 juta.

Chief Client and Marketing Officer Sun Life Indonesia, Maika Randini, mengatakan bahwa momen setelah Lebaran juga dapat dimanfaatkan untuk memperkuat struktur keuangan keluarga.

“THR sejatinya adalah kesempatan langka untuk memperkuat struktur keuangan keluarga. Dengan membaginya secara cerdas untuk kewajiban agama, melunasi utang, merayakan Lebaran, membangun tabungan, dan melengkapi perlindungan, Anda memastikan bukan hanya Lebaran yang meriah tetapi juga masa depan yang lebih tenang,” ujarnya di Jakarta, dikutip Selasa 17 Maret 2026.

Dengan menjaga kesehatan sekaligus menata kesiapan finansial, keluarga dapat melanjutkan semangat Ramadan dan Lebaran untuk menjalani hari-hari ke depan dengan lebih siap dan tenang.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Prabowo Bertemu Wakil Menteri Perang AS Elbrigde Colby, Bahas Apa?

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:22

Aksi Kocak dan Absurd dalam Film Kung Fu Soccer

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:18

KPK Panggil Pejabat Hingga Pegawai Pemkab Langkat

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:05

Polri Klarifikasi Rutan Bareskrim Disebut jadi Sarang Narkoba

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:01

Legislator Nasdem Minta Negara Kasih Insentif ke Ibu Rumah Tangga

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:56

KPK Panggil Direktur Bank DBS Indonesia di Kasus TPPU Andhi Pramono

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:46

Lawyer Sebut Kasus Pelabuhan Tanjung Perak Sarat Kriminalisasi

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:29

UOB Geser Strategi, Fokus Garap Emerging Affluent dan Kebutuhan Nasabah

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:26

Golkar Dukung Wakil Kepala Daerah Tak Dipilih Lewat Pilkada

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:22

24 Persen Penduduk Sumbang 56 Persen Konsumsi, Ekonom Soroti Kelas Menengah

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:03

Selengkapnya