Berita

Pemadaman total listrik di Kuba terjadi sejak Senin, 16 Maret 2026 (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube France24)

Dunia

Krisis Energi Kuba: Blokade Minyak AS Picu Pemadaman Listrik Nasional

SELASA, 17 MARET 2026 | 07:45 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Jaringan listrik nasional Kuba dilaporkan runtuh pada Senin, 16 Maret 2026, setelah negara tersebut mengalami kekurangan pasokan minyak di tengah blokade energi yang diberlakukan Amerika Serikat (AS).

Perusahaan listrik milik negara, Union Nacional Electrica (UNE), menyatakan keruntuhan sistem kelistrikan menyebabkan hampir seluruh wilayah Kuba yang dihuni sekitar 10 juta penduduk mengalami pemadaman listrik total. Pihak perusahaan menyebutkan upaya pemulihan masih terus dilakukan sambil menyelidiki penyebab gangguan besar tersebut.

Kedutaan Besar AS di Kuba melalui akun X juga menyatakan belum ada kepastian mengenai kapan listrik akan kembali pulih.


“Jaringan listrik nasional Kuba semakin tidak stabil dan pemadaman listrik terjadwal maupun tidak terjadwal yang berkepanjangan terjadi setiap hari di seluruh negeri,” tulis kedutaan tersebut, dikutip dari AFP, Selasa (17/3/2026).

Kedutaan juga mengimbau warga untuk mengantisipasi dampak krisis dengan menghemat sumber daya penting.

“Ambil tindakan pencegahan dengan menghemat bahan bakar, air, makanan, dan daya baterai ponsel, serta bersiap menghadapi gangguan yang signifikan,” lanjut pernyataan itu.

Krisis energi di Kuba semakin memburuk karena negara itu hampir tidak menerima pasokan minyak sejak 9 Januari 2026, di tengah kampanye tekanan yang dilakukan pemerintah AS.

Situasi semakin rumit setelah militer AS menculik Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Pemerintahan sementara Venezuela yang dipimpin Delcy Rodriguez kemudian menyetujui penghentian pengiriman minyak ke Kuba, yang selama ini sangat bergantung pada impor energi dari negara tersebut.

Presiden AS Donald Trump juga memperingatkan negara lain, terutama Meksiko, agar tidak memasok bahan bakar ke Kuba. Washington bahkan mengancam akan menjatuhkan sanksi terhadap negara mana pun yang membantu mengirim minyak ke pulau tersebut.

Menurut laporan Reuters berdasarkan data pelacakan kapal SEG, sepanjang tahun ini Kuba hanya menerima dua kapal kecil yang membawa minyak impor, jumlah yang jauh dari kebutuhan normal negara tersebut.

Blokade energi itu memperparah krisis ekonomi yang telah lama melanda Kuba. Kekurangan bahan bakar menyebabkan gangguan listrik, serta memperparah kelangkaan makanan dan obat-obatan yang memicu krisis kemanusiaan.

Ketegangan sosial pun meningkat. Pada akhir pekan lalu, demonstrasi langka pecah di beberapa wilayah Kuba. Para pengunjuk rasa bahkan dilaporkan membakar kantor Partai Komunis sebagai bentuk kemarahan terhadap pemadaman listrik yang berkepanjangan.

Presiden Kuba Miguel Diaz?Canel mengonfirmasi bahwa pemerintahnya telah mengadakan pembicaraan dengan pemerintahan Trump untuk mencari solusi melalui dialog.

Sementara itu, Trump mengisyaratkan kemungkinan kesepakatan dengan Havana.
“Saya pikir kita akan segera mencapai kesepakatan atau melakukan apa pun yang harus kita lakukan," ujarnya.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Ini Pesan Denny Indrayana Jelang Putusan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:23

IHSG Melesat 1,21 Persen, Rupiah Jauhi Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:12

Menhaj Godok Kunjungan Wisata Jemaah Haji dan Umrah ke Yordania

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:11

Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:09

Penempatan Manajer Sesuai Karakter Wilayah Jadi Kunci Keberhasilan Kopdes

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:04

Komisi III DPR Dukung Perombakan Pejabat Polri untuk Regenerasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:58

Komoditas Pangan Jadi Penyumbang Utama Inflasi di Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:50

Ferry Juliantono Dorong Kolaborasi Kampus dan Pemda Kembangkan Koperasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:44

KPK Ingatkan Nusron Wahid soal Kewajiban Hadiri Panggilan Penyidik

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:40

Penampakan Tumpukan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:39

Selengkapnya