Berita

Lokasi penemuan bayi dalam kaleng roti di Ungaran Timur, Kabupaten Semarang. (Foto: RMOLJateng/Istimewa)

Nusantara

Jasad Bayi Perempuan Ditemukan dalam Kaleng Roti di Semarang

SELASA, 17 MARET 2026 | 02:59 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Warga Leyangan, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang digegerkan penemuan orok bayi perempuan yang ditemukan dalam kaleng bekas roti di tepi sungai. 

Orok bayi tersebut ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia. Saat ditemukan, jasad bayi terbungkus kain pel dan dimasukkan ke dalam kaleng bekas roti.

Kapolsek Ungaran Barat, Kompol Sugiyarta menjelaskan, penemuan tersebut pertama kali diketahui oleh sejumlah anak-anak yang sedang bermain di sekitar aliran sungai.


"Peristiwa tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 10.13 WIB. Saat itu sejumlah anak kampung setempat yang sedang bermain di sekitar aliran sungai melihat sebuah bungkusan mencurigakan. Bungkusan tersebut kemudian dibuka dan ditemukan sebuah kaleng bekas roti yang di dalamnya terdapat orok bayi," ungkap Kapolsek Ungaran dikutip Kantor Berita RMOLJateng, Senin malam, 16 Maret 2026.

Setelah mengetahui isi bungkusan tersebut, anak-anak segera memberi tahu warga sekitar bernama Restu Handayani (34). Informasi itu kemudian diteruskan kepada warga lainnya, Moh Roni (61) yang datang ke lokasi untuk memastikan temuan tersebut.

Setelah diperiksa, warga memastikan bahwa bungkusan tersebut berisi orok bayi perempuan yang sudah dalam keadaan meninggal dunia. Peristiwa itu kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian.

Mendapat laporan tersebut, petugas dari Polsek Ungaran Barat bersama unit Reskrim dan SPKT langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan serta olah tempat kejadian perkara.

Kompol Sugiyarta mengatakan pihaknya segera berkoordinasi dengan tim identifikasi kepolisian serta tenaga medis untuk melakukan pemeriksaan awal terhadap korban.

“Setelah menerima laporan dari masyarakat, kami bersama tim langsung menuju lokasi untuk melakukan olah TKP serta berkoordinasi dengan Tim Inafis Polres Semarang dan tenaga medis guna memastikan kondisi korban,” jelasnya.

Berdasarkan pemeriksaan medis awal yang dilakukan oleh dokter Aam Amaliaya bersama bidan Desa Jetis, diketahui bahwa bayi tersebut berjenis kelamin perempuan dengan usia kandungan diperkirakan sekitar tujuh hingga delapan bulan dan berat sekitar dua kilogram.

"Berdasarkan pemeriksaan awal, korban diduga meninggal dunia akibat lahir dalam kondisi prematur. Diperkirakan bayi tersebut telah meninggal sekitar empat jam sebelum ditemukan warga," ungkap Kapolsek.

Selanjutnya, petugas mengevakuasi jenazah bayi tersebut dan membawanya ke Rumah Sakit Bhayangkara Semarang untuk pemeriksaan lebih lanjut guna kepentingan penyelidikan.

Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap siapa yang diduga membuang bayi tersebut.

“Kami masih melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan keterangan dari para saksi serta petunjuk di sekitar lokasi kejadian untuk mengungkap siapa yang bertanggung jawab atas peristiwa ini,” pungkasnya.

Polisi juga mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait kejadian tersebut agar segera melaporkannya kepada pihak berwajib guna membantu proses penyelidikan.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

UPDATE

Sopir BYD Penyebab Tabrakan Beruntun di Jaksel jadi Tersangka

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:52

Asuransi Tugu Pratama Indonesia Digugat Rp3,51 Miliar ke PN Jaksel

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:27

Sukseskan Kemandirian Pangan, Petani Adat Wanam Butuh Pendampingan

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:10

DPO Illegal Tapping Pertamina EP Jambi Sukses Diringkus Berkat Sinergitas

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:50

TNI Kirim 4,6 Ton Dry Ice ke Banjarmasin dan Palembang Sukseskan OMC Akhiri Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:25

Refleksi Kisah Nabi Musa AS dan Fir'aun dalam 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:34

Walkot Bandung Kedepankan Koordinasi Sikapi Bentrokan Berdarah Pasar Caringin

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:14

Startup Binaan IPB Raih Potensi Kerja Sama Rp1 Miliar Tembus Pasar Oman

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:47

Dari Nasionalisme ke Tata Kelola dan Reformasi Pasar Modal Indonesia

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:17

Boris Tampubolon Beri Tiga Alasan Pasal Kerugian Negara Harus Direvisi

Senin, 26 Oktober 2026 | 01:43

Selengkapnya