Berita

Kurnia Tri Royani. (Foto: YouTube Forum Keadilan TV)

Politik

Kurnia Tri Royani Tetap Kagumi Sosok Rismon Sianipar

SELASA, 17 MARET 2026 | 02:45 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Sikap yang diperlihatkan ahli digital forensik Rismon Sianipar dengan meminta maaf kepada mantan Presiden Joko Widodo terkait tudingan ijazah palsu terus menjadi polemik di antara teman-teman seperjuangannya.

Salah seorang tersangka kasus tudingan ijazah palsu Jokowi, Kurnia Tri Royani mengungkapkan rasa kagetnya usai mendengar pernyataan Rismon yang berbalik mengakui keaslian ijazah Jokowi.

“Sama terkejutnya ketika saya mendengarkan dari berita-berita online tentang kedatangan Eggi Sudjana dan DHL (Damai Hari Lubis) ke Solo, sangat berbeda (dengan Rismon),” kata Kurnia dikutip dari kanal YouTube Forum Keadilan TV, Senin malam, 16 Maret 2026.


Kurnia yang masuk dalam klaster pertama tersangka tuduhan fitnah terkait ijazah palsu Jokowi menyebut fenomena yang terjadi pada Eggi Sudjana, Damai Hari Lubis hingga kemudian Rismon Sianipar, tak ubahnya seperti rekayasa politik yang mempengaruhi psikologis kawan-kawan seperjuangannya.  

“Kalau itu yang kami lihat dari perkaranya Rismon Hasiholan Sianipar hari ini seperti melihat sebuah panggung depan politik hasil dari rekayasa panggung belakang politik, begitu. Jadi sungguh luar biasa, karena yang menjadi poin-poinnya pun itu sangat dahsyat. Dahsyat membanting perjuangan kawan-kawannya,” jelas dia.

Kendati demikian, Kurnia tetap mengagumi kepintaran Rismon dalam mengungkap kepalsuan ijazah Jokowi yang kemudian dituangkan dalam sebuah buku berjudul Jokowi’s White Paper.

“Saya tidak pernah berkata keras untuk Bang Rismon, karena memang saya mengagumi sosoknya ya. Dalam artian saya belum pernah melihat ada orang yang sedemikian berani itu berkata tentang kebenaran menurut kami, kebetulan kami juga sedang memperjuangkan kebenaran. Dan jangan lupa keberangkatan kami, ke Solo dan ke Jogja itu sebenarnya, salah satunya itu semakin kuat dilandasi oleh penemuan-penemuan Rismon Hasiholan Sianipar,” ungkapnya.

Kurnia menyebut dirinya tidak pernah bertemu Rismon sebelumnya. Namun ketika melihat video di Balige Academy, ia berjanji akan bertemu Rismon di Yogyakarta. Dan kemudian pertemuan itu terjadi sekitar setahun yang lalu.

“Selanjutnya selama hampir perkara ini bergulir satu tahun, sudah seperti saudara. Jadi saya tidak melihat ada yang aneh menurut saya ya, bahwa dia masih tetap berani, seperti itulah adanya,” pungkasnya.


Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

KPK Sita Rp106,3 Miliar dari OTT BPN, Uang Disimpan di Rumah Tangan Kanan Nusron

Selasa, 15 September 2026 | 20:26

Bapera Hormati Proses Hukum Fahd A Rafiq

Selasa, 15 September 2026 | 20:24

Homecoming Festival IKA Unpad 2026 Jahit Harmoni Lintas Generasi

Selasa, 15 September 2026 | 20:11

BNI-Pajakind Integrasikan Layanan Perbankan-Perpajakan Digital untuk UMKM

Selasa, 15 September 2026 | 20:06

Ini Identitas 19 Orang Terjaring OTT KPK di Kasus Kementerian ATR/BPN

Selasa, 15 September 2026 | 20:06

KPK Tahan 8 Tersangka Kasus Suap ATR/BPN, Tangan Kanan Nusron hingga Bos Summarecon

Selasa, 15 September 2026 | 19:58

UOB: Indonesia Punya Tameng Hadapi Guncangan Global, Apa Itu?

Selasa, 15 September 2026 | 19:37

KUHP-KUHAP Baru Perkuat Peran Advokat Dampingi Klien

Selasa, 15 September 2026 | 19:28

Purbaya Terlempar dari Kabinet Diduga Gegara Whoosh

Selasa, 15 September 2026 | 19:17

Pejabat ATR/BPN Terjaring OTT KPK, Wamen Ossy Minta Publik Tak Berspekulasi

Selasa, 15 September 2026 | 19:01

Selengkapnya