Berita

Ilustrasi. (Foto: Istimewa)

Bisnis

BI Ingatkan Risiko Penipuan Imbas Marak Calo Uang Lebaran

SENIN, 16 MARET 2026 | 18:35 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Di tengah maraknya praktik penukaran uang dengan biaya administrasi tinggi menjelang Hari Raya Idulfitri, masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati dan memanfaatkan layanan resmi.

Kepala Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia Muh. Anwar Bashori mengingatkan masyarakat hanya menukarkan uang rupiah melalui layanan resmi yang disediakan Bank Indonesia maupun perbankan.

“Bank Indonesia mengimbau agar masyarakat hanya melakukan penukaran uang rupiah melalui layanan resmi Bank Indonesia dan perbankan guna menjamin keaslian uang serta keamanan transaksi,” kata Anwar dalam keterangan tertulis pada Senin 16 Maret 2026.


Ia menegaskan, praktik penukaran uang melalui mekanisme jual beli di luar layanan resmi memiliki berbagai risiko yang dapat merugikan masyarakat.

Menurut Anwar, keaslian uang yang ditukarkan melalui jalur tidak resmi tidak dapat dijamin, begitu pula dengan jumlah uang yang diterima yang berpotensi tidak akurat.

Selain itu, transaksi di luar layanan resmi juga tidak memiliki perlindungan atau pertanggungjawaban yang jelas, sehingga rawan dimanfaatkan untuk penipuan.

“Penukaran melalui mekanisme jual beli di luar layanan resmi memiliki berbagai risiko, antara lain keaslian uang tidak terjamin, jumlah uang sulit dipastikan akurat, tidak memiliki perlindungan atau pertanggungjawaban, serta rawan penipuan yang dapat merugikan masyarakat secara finansial,” jelasnya.

BI sendiri, kata Anwar, telah memperluas layanan penukaran uang menjadi 9.294 layanan. Selain itu Bank Indonesia juga menyiapkan layanan penukaran uang tambahan melalui program SERAMBI Peduli Mudik yang digelar pada 16–17 Maret 2026.

“Layanan penukaran tambahan ‘SERAMBI Peduli Mudik’ di 55 layanan di seluruh Indonesia yang berfokus pada lokasi arus mudik, seperti bandara, stasiun, terminal, pelabuhan, dan rest area,” kata Anwar.

Ia menambahkan, layanan tambahan tersebut menyediakan kuota sekitar 11.900 paket penukaran bagi masyarakat yang tengah melakukan perjalanan mudik.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Ibunda Meninggal Dunia, Ferdy Sambo Tak Hadiri Pemakaman

Senin, 28 September 2026 | 15:41

UPDATE

Tiga Tantangan Utama Ekonomi Global Menurut IMF: Energi, Utang, dan Teknologi AI

Kamis, 08 Oktober 2026 | 08:10

Tiga Indeks Wall Street Melemah, Dow Jones Turun 0,66 Persen

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:46

Harga Logam Mulia Redup Disengat Dolar AS dan Kenaikan Imbal Hasil

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:34

Mantan Ibu Negara Sri Lanka Ditangkap, Terseret Dugaan Penyalahgunaan Dana Donasi

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:16

Bursa Eropa Berguguran Disengat Lonjakan Minyak dan Obligasi

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:02

Baznas Perkuat Ekosistem Digital Fundraising

Kamis, 08 Oktober 2026 | 06:51

PDIP Didorong Galang Kekuatan Politik di DPR terkait Gibran

Kamis, 08 Oktober 2026 | 06:25

Pilpres 2029 Lampu Kuning untuk Gibran

Kamis, 08 Oktober 2026 | 06:01

Pakpok Putusan MK

Kamis, 08 Oktober 2026 | 05:33

Pramono Larang PMI Pungut Iuran ke ASN DKI

Kamis, 08 Oktober 2026 | 05:21

Selengkapnya