Berita

Dinkes DKI Buka Pos Kesehatan di Titik Keberangkatan Terminal, Stasiun dan Pelabuhan. (Foto: Berita Jakarta)

Nusantara

Pos Kesehatan Disiapkan di Titik Keberangkatan Pemudik

SENIN, 16 MARET 2026 | 12:02 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Sejumlah pos kesehatan di sejumlah terminal, stasiun dan pelabuhan atau dermaga disiapkan untuk memberikan pelayanan kesehatan selama masa arus mudik dan libur Lebaran 2026.

Secara keseluruhan, pos kesehatan disiagakan di 12 titik yang tersebar di wilayah DKI Jakarta. Lokasi tersebut meliputi tujuh terminal bus, tiga stasiun kereta, serta dua pelabuhan atau dermaga.

Tujuh terminal bus yang menjadi lokasi pos kesehatan antara lain Terminal Kampung Rambutan, Terminal Pulo Gebang, Terminal Kalideres, Terminal Tanjung Priok, Terminal Grogol, Terminal Lebak Bulus, dan Terminal Muara Angke.


Sementara itu, pos kesehatan di stasiun ditempatkan di Stasiun Pasar Senen, Stasiun Gambir, dan Stasiun Jakarta Kota. Sedangkan untuk pelabuhan atau dermaga berada di Pelabuhan Kali Adem dan Pelabuhan Muara Angke.

Pos kesehatan ini mulai beroperasi pada 13 Maret hingga 30 Maret 2026 dengan penempatan petugas kesehatan yang siap melakukan pemeriksaan terhadap pramudi dan awak bus, serta melayani masyarakat selama masa angkutan Lebaran.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati, mengatakan fasilitas tersebut disiapkan untuk memastikan pengemudi angkutan umum maupun pemudik dalam kondisi sehat dan aman selama perjalanan.

“Pos kesehatan tersebut selain difokuskan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap pengemudi bus dan awak kendaraan, juga memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat,” ujarnya, Senin, 16 Maret 2026.

Ia menyampaikan, pemeriksaan kesehatan bagi pengemudi penting dilakukan untuk memastikan kondisi fisik mereka layak mengemudi.

Ani menjelaskan, pemeriksaan kesehatan bagi pengemudi meliputi pengisian skrining mandiri yang mencakup berbagai faktor risiko kesehatan seperti aktivitas merokok, aktivitas fisik, tuberkulosis, kesehatan jiwa, penyakit hati, faktor risiko kanker, status gizi, hipertensi, diabetes, penyakit kulit, penyakit paru obstruktif kronik, serta kanker paru.

Selain itu dilakukan pula pengukuran berat badan, tinggi badan, dan lingkar perut, pemeriksaan tekanan darah serta gula darah sewaktu. Petugas kesehatan juga melakukan anamnesa atau wawancara terkait kemungkinan penyakit paru obstruktif kronik, kanker paru, serta penyakit kulit.

Ia mengatakan, pengemudi juga akan mendapatkan konseling dan edukasi kesehatan dari petugas medis. Sebagai bagian dari pemeriksaan kelaikan berkendara, dilakukan pula pemeriksaan narkoba, alkohol respirasi untuk memastikan pengemudi benar dalam kondisi sehat dalam bertugas.

Ani menegaskan, apabila ditemukan gangguan kesehatan yang berpotensi membahayakan perjalanan, pengemudi tidak diperkenankan membawa kendaraan terlebih dahulu.

“Kalau dia ada gangguan kesehatan, misalnya dalam pengaruh alkohol atau ada penyakit seperti hipertensi atau diabetes yang membahayakan, maka dia dilarang untuk mengemudi lebih dahulu,” katanya.

Ia menjelaskan, pos kesehatan tidak hanya diperuntukkan bagi pengemudi dan awak bus, tetapi juga terbuka bagi masyarakat maupun penumpang yang membutuhkan layanan kesehatan.

“Kalau pos kesehatan, kita buka untuk semua yang membutuhkan layanan kesehatan pada saat itu. Tapi pemeriksaan kesehatan kita fokuskan pada pengemudi yang akan membawa bus,” tandasnya.


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Direksi BUMN Butuh Kepastian Hukum, Bukan Kekebalan

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:59

Menkop dan Wantimpres Rocky Gerung Hadiri Pra Kongres Syarikat Islam ke-42

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:50

Kakak Kandung Ridwan Kamil Dicecar KPK soal Kasus Korupsi bjb

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:46

IHSG Menguat 1,36 Persen, Rupiah Masih Dibayangi Konflik Timur Tengah

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:38

Legislator PDIP Ungkap Sejumlah Isu yang Dibahas dalam Revisi UU Pemilu

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:21

BOP Pantura Bentukan Prabowo untuk Jaga Kawasan Pesisir

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:04

Perampasan Aset Tanpa Pemidanaan Rentan Disalahgunakan

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:56

Warek Unsoed Dicecar KPK soal Mekanisme PMB Jalur Mandiri

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:37

Fitch Pertahankan Rating Tertinggi BTN, Peran di Program 3 Juta Rumah jadi Kunci

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:35

GWS Dorong UMKM jadi Ruang Perempuan Perkuat Peran Ekonomi

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:25

Selengkapnya