Berita

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube Face the Nation CBS)

Dunia

Iran Tolak Negosiasi dengan Amerika, Siap Lanjutkan Perang

SENIN, 16 MARET 2026 | 09:57 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa Teheran tidak sedang mencari gencatan senjata maupun negosiasi dengan Amerika Serikat di tengah konflik yang sedang berlangsung.

Dalam wawancara dengan program Face the Nation di CBS, Araghchi menyebut konflik yang dimulai setelah serangan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari sebagai “perang pilihan”. Menurutnya, serangan tersebut merupakan keputusan Washington yang menargetkan wilayah Iran.

Araghchi menegaskan Iran tidak pernah meminta penghentian perang, dan mengatakan Teheran akan terus melawan sampai Amerika menyadari perang ini tidak bisa dimenangkan.


“Kami tidak pernah meminta gencatan senjata, dan kami bahkan tidak pernah meminta negosiasi. Kami siap membela diri selama diperlukan,” ujarnya, dikutip dari Time, Senin 16 Maret 2026.

Ia juga menolak kemungkinan kembali berunding dengan Washington. Menurut Araghchi, pengalaman sebelumnya menunjukkan pembicaraan dengan Amerika tidak membawa hasil yang baik karena setelah proses diplomasi justru terjadi serangan terhadap Iran.

Terkait serangan drone dan rudal Iran di kawasan Teluk, Araghchi menyebutnya sebagai langkah defensif. Ia menuding beberapa negara di kawasan memberikan wilayah mereka kepada pasukan Amerika untuk melancarkan serangan terhadap Iran.

Araghchi juga menyinggung situasi di Selat Hormuz, jalur penting perdagangan minyak dunia. Ia mengatakan Iran belum menutup selat tersebut, tetapi membatasi akses bagi kapal AS dan Israel, sementara kapal negara lain masih bisa melintas dengan pengamanan.

Selain itu, ia menyebut sekitar 440 kilogram material uranium Iran masih berada di bawah pengawasan International Atomic Energy Agency (IAEA). Araghchi menegaskan bahwa masa depan program nuklir Iran akan bergantung pada perkembangan situasi ke depan.

Populer

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Brimob Polda Metro Jaya Bubarkan Balap Liar di Pulogadung

Minggu, 17 Mei 2026 | 14:17

Istana Ungkap Cadangan Beras di Bulog Tembus 5,3 Juta Ton

Minggu, 17 Mei 2026 | 14:04

Kasasi Bisa Perjelas Vonis Banding Luhur Ditambah Beban Uang Pengganti

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:45

Putusan MK soal IKN Dianggap Beri Kepastian Hukum

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:39

“Suamiku Lukaku” Angkat Luka Perempuan Korban KDRT

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:14

Prabowo Minta Pindad Rancang Mobil Presiden Khusus untuk Sapa Rakyat

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:14

Penyederhanaan Sistem Partai Tak Harus dengan Threshold Tinggi

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:10

Nasabah PNM Denpasar Sukses Ubah Sampah Pantai jadi Cuan

Minggu, 17 Mei 2026 | 12:59

Hukum yang Layu: Saat Keadilan Kehilangan Hati Nurani

Minggu, 17 Mei 2026 | 12:43

Andrianto Andri: Tokoh Sumatera Harus Jadi Cawapres 2029

Minggu, 17 Mei 2026 | 12:11

Selengkapnya