Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta Fahira Idris. (Foto: Istimewa)
Tradisi mudik tidak hanya sekadar perjalanan pulang, tetapi memiliki makna sosial dan spiritual yang sangat kuat bagi masyarakat Indonesia.
Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta Fahira Idris mengatakan, mudik menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi, saling memaafkan, serta memperkuat ikatan keluarga dan akar sosial di kampung halaman.
Pemerintah sendiri memperkirakan sekitar 143,9 juta orang akan melakukan perjalanan mudik tahun ini sehingga diperlukan kewaspadaan dan kesiapan bersama.
Untuk itu, Fahira menyampaikan enam pesan penting bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik.
Pertama, utamakan keselamatan selama perjalanan. Fahira mengingatkan agar pemudik tidak memaksakan diri berkendara jika dalam kondisi lelah atau mengantuk.
“Keselamatan harus menjadi prioritas utama. Jangan mengejar cepat sampai tetapi mengabaikan keselamatan,” kata Fahira dalam keterangannya, dikutip Minggu 15 Maret 2026.
Kedua, pastikan kondisi fisik dan kendaraan dalam keadaan prima sebelum memulai perjalanan. Pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi diimbau memeriksa kendaraan secara menyeluruh, mulai dari kondisi mesin, rem, hingga ban, agar perjalanan lebih aman.
Ketiga, patuhi aturan lalu lintas dan arahan petugas di lapangan. Menurutnya, berbagai rekayasa lalu lintas seperti sistem satu arah atau contraflow akan diberlakukan secara situasional untuk mengurai kepadatan kendaraan selama masa mudik.
“Pemudik sebaiknya terus memantau informasi lalu lintas dan mengikuti arahan petugas agar perjalanan tetap tertib dan lancar,” kata Fahira.
Keempat, waspada terhadap kondisi cuaca dan potensi gangguan perjalanan. Ia mengingatkan bahwa selama periode mudik masih terdapat potensi hujan di sejumlah wilayah yang dapat memengaruhi kondisi jalan.
Kelima, pastikan rumah dalam keadaan aman sebelum ditinggalkan. Fahira Idris juga mengimbau masyarakat untuk memastikan pintu dan jendela terkunci dengan baik, mematikan kompor dan peralatan listrik yang tidak diperlukan, serta memberi tahu tetangga atau pengurus lingkungan bahwa rumah akan ditinggal sementara.
Keenam, manfaatkan berbagai fasilitas dan layanan yang telah disiapkan pemerintah selama masa mudik, seperti posko pelayanan, pos kesehatan, hingga layanan darurat yang disiagakan di berbagai jalur perjalanan.