Berita

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: RMOL)

Politik

Purbaya: Ramalan Ekonomi RI Hancur di TikTok dan YouTube Tak Lihat Data

SABTU, 14 MARET 2026 | 16:21 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai sejumlah analisis ekonomi tentang Indonesia yang beredar di media sosial seperti TikTok dan YouTube tidak didasari oleh data yang utuh.

Ia menyinggung narasi di media sosial yang menyebut ekonomi Indonesia akan hancur jika harga minyak dunia melonjak akibat gejolak global. Menurutnya, kesimpulan tersebut tidak berdasar karena tidak melihat pengalaman dan data historis perekonomian Indonesia.

"Jadi kita nggak usah takut. Analis-analis yang di TikTok, di YouTube yang bilang kita hancur, itu sama sekali nggak pernah melihat data," kata Purbaya di hadapan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jumat 13 Maret 2026.


Dalam paparannya, Purbaya menunjukkan bahwa lonjakan harga minyak dunia bukan hal baru bagi Indonesia. Ia mencontohkan periode 2007–2008 ketika harga minyak Brent sempat melesat hingga di atas 220 Dolar AS per barel.

Meski demikian, perekonomian Indonesia, kata Purbaya tetap mampu mencatat pertumbuhan sekitar 4,6 persen karena kebijakan fiskal dan moneter yang tepat.

"Tapi dengan kebijakan yang pas, fiskal dan moneter pada waktu itu, kita masih bisa tumbuh 4,6 persen. Jadi kita cukup cermat bisa mengendalikan hal itu," tambahnya.

Ia juga menyinggung periode 2011 ketika harga Brent berada di kisaran 110–120 dolar AS per barel. Pada masa tersebut, indikator ekonomi domestik dinilai masih menunjukkan kondisi yang positif.

Pengalaman serupa juga terjadi setelah pandemi Covid-19 ketika harga minyak kembali menembus 100 Dolar AS per barel, namun ekonomi Indonesia tetap bertahan.

Karena itu, Purbaya menegaskan gejolak harga energi global tidak otomatis membuat ekonomi nasional terpuruk selama pemerintah mampu menjalankan kebijakan fiskal dan moneter secara tepat.

“Artinya kalau kita punya kebijakan yang pas, moneter maupun fiskal dan kebijakan bapak nantinya, walaupun global ekonomi harga minyak gonjang-ganjing, kita punya cara atau pengalaman untuk mengendalikan dampaknya ke perekonomian. Jadi kita nggak perlu takut Pak," tandasnya.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Tak Hanya Mobil Listrik, Hybrid Juga Diusulkan Bebas Ganjil-Genap

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:31

Kabinet Watch Penting untuk Ruang Dialog Menteri dan Kelompok Kritis

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:25

Dumai Transshipment Hub: Ujian Geopolitik Maritim Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:17

Laba Emiten Naik 15 Persen, Danantara Minta Investor Tak Terpaku Sentimen Pasar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:16

Apple Siap Gelar Acara Pro and Tell Akhir Oktober 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:09

12.000 Lowongan Kerja Dibuka di Jakarta untuk Semua Kalangan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:08

BAZNAS dan Ruang Amal Indonesia Antarkan 47 Mustahik ke Dunia Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:06

KPK Bakal Secepatnya Kembali Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:48

Wacana Dumai Transshipment Hub Perlu Dukungan, Pelindo Harus Lebih Bertaring di Selat Malaka

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:47

Terancam Turun Kelas, Danantara Akui Sentimen MSCI Tak Bisa Dianggap Enteng

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:33

Selengkapnya