Berita

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: RMOL/Alifia)

Bisnis

Purbaya Bantah Rupiah Ambruk: Yang Bilang Hancur Nggak Punya Duit

SABTU, 14 MARET 2026 | 00:35 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai nilai tukar rupiah masih cukup tangguh menghadapi gejolak global, termasuk konflik di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Di hadapan Presiden Prabowo Subianto, Purbaya mengatakan dampak perang terhadap pergerakan rupiah relatif kecil. Ia menyebut depresiasi yang terjadi hanya sekitar 0,3 persen setelah konflik memanas.

“Kalau kita lihat dinamika global memang gonjang-ganjing mengganggu semuanya. Ada yang bilang rupiah hancur. Tapi kalau dikatakan betul pak itu setiap perang rupiah hanya terdepresi sebesar 0,3 persen,” kata Purbaya dalam Sidang Kabinet di di Istana Negara, Jakarta, pada Jumat, 13 Maret 2026.


Ia menilai kondisi tersebut menunjukkan fundamental rupiah masih cukup kuat meski tekanan geopolitik global meningkat.

Purbaya bahkan menyinggung pihak yang kerap menilai rupiah dalam kondisi buruk kemungkinan bukan pelaku pasar yang benar-benar memiliki dana besar.

“Jadi sebetulnya bagus daya tahanan kita, yang real, yang pemain yang punya duit betul bilangnya seperti ini. Tapi yang nggak punya duit kali pak yang jelek-jelekin, pak,” selorohnya.

Untuk diketahui, berdasarkan data Bloomberg, rupiah sempat tertekan ke level Rp17.009 per dolar AS pada perdagangan Senin 9 Maret 2026. Kurs tersebut menjadi yang terendah sejak krisis 1998.


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Ibunda Meninggal Dunia, Ferdy Sambo Tak Hadiri Pemakaman

Senin, 28 September 2026 | 15:41

UPDATE

Tiga Tantangan Utama Ekonomi Global Menurut IMF: Energi, Utang, dan Teknologi AI

Kamis, 08 Oktober 2026 | 08:10

Tiga Indeks Wall Street Melemah, Dow Jones Turun 0,66 Persen

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:46

Harga Logam Mulia Redup Disengat Dolar AS dan Kenaikan Imbal Hasil

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:34

Mantan Ibu Negara Sri Lanka Ditangkap, Terseret Dugaan Penyalahgunaan Dana Donasi

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:16

Bursa Eropa Berguguran Disengat Lonjakan Minyak dan Obligasi

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:02

Baznas Perkuat Ekosistem Digital Fundraising

Kamis, 08 Oktober 2026 | 06:51

PDIP Didorong Galang Kekuatan Politik di DPR terkait Gibran

Kamis, 08 Oktober 2026 | 06:25

Pilpres 2029 Lampu Kuning untuk Gibran

Kamis, 08 Oktober 2026 | 06:01

Pakpok Putusan MK

Kamis, 08 Oktober 2026 | 05:33

Pramono Larang PMI Pungut Iuran ke ASN DKI

Kamis, 08 Oktober 2026 | 05:21

Selengkapnya