Berita

Anggota Komisi VI DPR RI Zulfikar Hamonangan (Foto: Dokumen Pribadi)

Politik

DPR Ingatkan Risiko Harga Pupuk Naik akibat Konflik Iran–AS–Israel

JUMAT, 13 MARET 2026 | 10:18 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Komisi VI DPR RI mengingatkan pemerintah untuk mewaspadai dampak konflik geopolitik global terhadap sektor pertanian nasional, terutama potensi kenaikan harga pupuk.

Anggota Komisi VI DPR RI, Zulfikar Hamonangan, menilai eskalasi konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran berpotensi mengganggu rantai pasok energi serta bahan baku industri pupuk dunia.

“Ketika konflik geopolitik memanas, harga energi dan bahan baku pupuk biasanya ikut naik. Dampaknya langsung dirasakan petani karena biaya produksi meningkat,” kata Zulfikar kepada wartawan di Jakarta, Jumat, 13 Maret 2026.


Legislator dari Partai Demokrat itu menilai kenaikan harga pupuk dapat mendorong petani menunda atau bahkan mengurangi masa tanam. Kondisi tersebut berisiko menurunkan produksi pertanian dan memicu kenaikan harga pangan, termasuk sayur-sayuran.

Ia menambahkan, tekanan terhadap sektor pertanian juga dapat diperparah oleh potensi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) akibat ketidakstabilan geopolitik global.

“Jika harga energi naik, biaya produksi dan distribusi juga ikut meningkat. Sementara kemampuan subsidi pemerintah terbatas untuk menahan kenaikan tersebut,” ujarnya.

Selain faktor eksternal, Zulfikar juga menyoroti ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan baku pupuk yang membuat sektor pertanian rentan terhadap gejolak pasar global.

“Selama kita masih bergantung pada impor bahan baku, setiap krisis global akan langsung berdampak pada sektor pertanian kita,” kata dia.

Ia juga menyinggung persoalan distribusi pupuk bersubsidi yang dinilai masih rentan terhadap praktik mafia pupuk di lapangan. Menurutnya, sekitar 2.000 kios pupuk pernah ditutup akibat dugaan penyimpangan distribusi.

“Ini menunjukkan tata kelola distribusi pupuk masih perlu dibenahi,” ujarnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, ketergantungan sektor pertanian terhadap pupuk di Indonesia masih cukup tinggi.

Dalam Sensus Pertanian 2023, tercatat sekitar 27,8 juta rumah tangga usaha pertanian, dengan 17,2 juta di antaranya merupakan petani gurem yang sangat sensitif terhadap kenaikan biaya produksi.

Di sisi lain, BPS mencatat impor pupuk Indonesia mencapai sekitar 7,52 juta ton pada 2024 dengan nilai sekitar 1,98 miliar Dolar AS, berdasarkan data UN Comtrade. Sebagian besar pasokan impor berasal dari Tiongkok, Rusia, Kanada, Mesir, dan Yordania.

Karena itu, Zulfikar mendorong pemerintah memperkuat pengawasan distribusi pupuk sekaligus meningkatkan produksi bahan baku pupuk dalam negeri.

“Komisi VI DPR RI akan terus mengawal kebijakan industri pupuk nasional agar petani tidak menjadi pihak yang paling dirugikan setiap kali terjadi gejolak global,” kata Zulfikar.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya