Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Harga Emas Dunia Anjlok di Tengah Penguatan Dolar AS

JUMAT, 13 MARET 2026 | 08:00 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga emas dunia merosot lebih dari 1 persen pada perdagangan Kamis 12 Maret 2026, tertekan oleh dominasi Dolar AS dan memudarnya ekspektasi pemangkasan suku bunga. 

Meski begitu, eskalasi konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran tetap menjaga daya tarik emas sebagai aset safe-haven.

Dikutip dari Reuters, emas spot melemah 1,1 persen ke level 5.118,16 Dolar AS per ons.


Pelemahan ini dipicu oleh menguatnya indeks Dolar (DXY) selama tiga hari berturut-turut, yang membuat emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lain.

Kenaikan imbal hasil US Treasury dan kebijakan suku bunga ketat juga menekan daya tarik logam mulia.

Ketegangan di Timur Tengah mencapai titik baru setelah insiden terbakarnya dua kapal tanker di Irak dan ancaman penutupan Selat Hormuz. Kondisi ini memicu lonjakan harga minyak yang berpotensi melambungkan inflasi global.

"Emas berada di persimpangan jalan; tekanan suku bunga tinggi melawan statusnya sebagai lindung nilai inflasi dan aset aman di tengah perang," ujar Phillip Streible, Chief Market Strategist Blue Line Futures.

Di sisi lain, tren akumulasi emas oleh bank sentral tetap kuat. Bank Sentral Cile baru saja mencatatkan pembelian besar, meningkatkan cadangan emasnya dari 42 juta Dolar AS menjadi 1,108 miliar Dolar AS. 

Harga logam lainnya juga melemah. Perak merosot menjadi 84,90 Dolar AS per ons, namun diprediksi rata-rata mencapai 93 Dolar AS per ons pada 2026. Sementara platinum dan paladium kompak melemah sekitar 1 persen di tengah volatilitas pasar global.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih 2 Persen

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:33

Ekonom Sentil Menteri Prabowo: Jangan Jadi Beban Presiden!

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:21

Wall Street Tertekan Aksi Jual Saham Teknologi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:56

Lonjakan Minyak Tekan Logam Dunia: Emas Anjlok ke Level Terendah

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:45

Saham BYAN Tancap Gas, Naik 3,16 Persen ke Rp10.600

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:22

Penguatan IHSG Sinyal Kepercayaan ke Pemerintah Mulai Pulih

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:10

Pasar Eropa Merah Gara-gara Minyak

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:06

Terbuka Peluang Bangun Museum Haji Indonesia

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:58

Pujian Prabowo Jangan Jadi Obat Tidur Menteri

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:57

Pemerintah Harus Berlakukan Wajib Halal pada Oktober 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:19

Selengkapnya