Berita

Ilustrasi AI. (Foto: RMOL)

Bisnis

Bisnis Fintech GoTo Melesat

Pinjaman GoPayLater Tembus Rp8,8 Triliun

JUMAT, 13 MARET 2026 | 04:27 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GoTo) mencatat lonjakan kinerja pada lini teknologi finansial (fintech) sepanjang 2025. Pertumbuhan tersebut terutama ditopang oleh ekspansi bisnis pinjaman konsumen, termasuk layanan Buy Now Pay Later (BNPL) GoPayLater.

Dalam laporan resmi yang dirilis Rabu 11 Maret 2026, manajemen mencatat nilai buku pinjaman konsumen (outstanding loan) mencapai Rp8,8 triliun hingga Desember 2025. Angka ini melampaui target ekspansi pinjaman perseroan yang sebelumnya dipatok lebih dari Rp8 triliun pada akhir tahun.

Secara tahunan, nilai pinjaman tersebut naik 68 persen (yoy). Seiring pertumbuhan penyaluran kredit, pendapatan dari bisnis pinjaman juga meningkat ahingga 95 persen yoy menjadi Rp3,8 triliun.


Meski ekspansi pembiayaan naik, manajemen memastikan kualitas kredit tetap terjaga. Hal ini ditopang oleh disiplin manajemen risiko serta proses underwriting berbasis kecerdasan buatan (AI) yang memanfaatkan data dari ekosistem digital perusahaan.

Teknologi tersebut memungkinkan penilaian kelayakan kredit dilakukan lebih presisi sehingga membantu menjaga kualitas aset di tengah pertumbuhan bisnis pinjaman yang pesat.

Direktur Utama Hans Patuwo mengatakan, ekspansi bisnis pinjaman GoTo diperkirakan masih akan terus berlanjut di tahun 2026 dan turut berkontribusi dalam mendorong kinerja perseroan.

“Pertumbuhan laba diperkirakan akan terus berlanjut di seluruh lini bisnis Financial Technology dan On-Demand Services sepanjang 2026. Untuk unit usaha On-Demand Services, kami memperkirakan pertumbuhan pendapatan yang lebih kuat pada paruh kedua tahun ini seiring peningkatan kemampuan kami dalam melayani segmen mass market dengan lebih baik,” kata Hans dalam keterangan tertulis pada Kamis 12 Maret 2026.

Sebagai informasi, lini bisnis fintech GoTo ditopang oleh dua segmen utama yaitu bisnis pinjaman konsumen (lending) dan bisnis pembayaran konsumen (payment). 

Lini bisnis yang sering dikenal dengan nama GoTo Financial (GTF) yang menaungi brand GoPay ini juga membukukan pertumbuhan pendapatan tinggi. Di sepanjang tahun 2025, pendapatan bersih fintech mencapai Rp5,8 triliun atau tumbuh 62 persen yoy.

Dari sisi profitabilitas, fintech mencatatkan EBITDA yang disesuaikan positif sebesar Rp497 miliar di sepanjang tahun 2025. Kondisi ini berbalik dari posisi rugi sebesar Rp467 miliar yang ditanggung segmen fintech GoTo di 2024.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Pledoi Petrus Fatlolon Kritik Logika Hitungan Kerugian Negara

Kamis, 23 April 2026 | 00:02

Tim Emergency Response ANTAM Wakili Indonesia di Ajang Dunia IMRC 2026 di Zambia

Kamis, 23 April 2026 | 00:00

Diungkap Irvian Bobby: Noel Gunakan Kode 3 Meter untuk Minta Rp3 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 23:32

Cipayung Plus Tekankan Etika dan Verifikasi Pemberitaan Media Massa

Rabu, 22 April 2026 | 23:29

Survei TBRC: 84,6 Persen Publik Puas dengan Kinerja Prabowo

Rabu, 22 April 2026 | 23:18

Tagar Kawal Ibam Trending X Jelang Sidang Pledoi

Rabu, 22 April 2026 | 23:00

Dorong Transparansi, YLBHI Diminta Perkuat Akuntabilitas Publik

Rabu, 22 April 2026 | 22:59

Penyelenggaraan IEF 2026 Bantah Narasi Sawit Merusak Lingkungan

Rabu, 22 April 2026 | 22:52

Belanja Ramadan-Lebaran Menguat, Mandiri Kartu Kredit Tumbuh 24,3%

Rabu, 22 April 2026 | 22:32

Terinspirasi Iran, Purbaya Kepikiran Pajaki Kapal yang Lewat Selat Malaka

Rabu, 22 April 2026 | 22:30

Selengkapnya