Berita

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar (Foto: Kemenag)

Nusantara

Menag: Mobil Dinas Bukan untuk Mudik

KAMIS, 12 MARET 2026 | 15:21 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar memberikan instruksi tegas kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag) untuk tidak menggunakan kendaraan dinas saat mudik Lebaran. Langkah ini diambil guna menjaga integritas dan memastikan aset negara hanya digunakan sesuai fungsi resminya.

Menag menekankan bahwa profesionalitas dan etika harus tetap dijunjung tinggi oleh setiap pegawai, termasuk dalam urusan fasilitas negara.

“ASN wajib menjaga integritas, profesionalitas, serta menggunakan fasilitas negara secara bertanggung jawab. ASN dilarang menyalahgunakan wewenang dan fasilitas jabatan untuk kepentingan pribadi,” tegas Menag di Jakarta, Kamis 12 Maret 2026. 


Menag memaparkan bahwa kendaraan dinas disediakan murni untuk mendukung kelancaran tugas negara, bukan untuk keperluan personal seperti pulang kampung. Meski begitu, bagi ASN yang tetap bekerja di masa libur, fasilitas tetap dapat diakses.

"Sebagian ASN Kemenag juga ada yang bertugas di momen Lebaran, misal untuk mengawal Rumah Ibadah Ramah Pemudik. Selama menjalankan tugas, bisa gunakan fasilitas yang ada," sebut Menag.

Aturan ini merujuk pada Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil, yang secara eksplisit melarang penyalahgunaan wewenang dan fasilitas untuk kepentingan pribadi. Menag berharap ASN mampu menjadi contoh nyata bagi publik dalam hal akuntabilitas, selaras dengan nilai-nilai Idulfitri.

“ASN diharapkan memberi teladan dalam menjaga etika penggunaan fasilitas negara,” tandas Menag.

Selain urusan fasilitas, Menag juga menyoroti momentum unik tahun ini di mana Hari Raya Nyepi, Idulfitri, dan Paskah jatuh dalam waktu yang berdekatan. Ia mengajak para tokoh agama untuk gencar menyebarkan pesan perdamaian dan kerukunan.

Menurutnya, persinggungan hari besar ini adalah kesempatan emas untuk memperkokoh persaudaraan di tengah kemajemukan bangsa.

“Para tokoh agama memiliki peran penting dalam menjaga harmoni dan damai di tengah masyarakat. Momentum hari-hari besar keagamaan ini harus menjadi penguat persaudaraan, bukan sebaliknya,” ujar Menag.

Menag merinci bahwa setiap perayaan memiliki esensi universal: Nyepi untuk refleksi diri, Idulfitri untuk saling memaafkan, dan Paskah yang membawa pesan kasih. Jika nilai-nilai ini disuarakan, kerukunan bangsa akan semakin kuat.

Sejalan dengan hal tersebut, Presiden Prabowo Subianto dalam kesempatan berbeda turut mengingatkan pentingnya persatuan di tengah situasi dunia yang tidak menentu.

"Perbedaan, Itu bukan sesuatu yang harus mengarah kepada perpecahan. Kita perlu untuk menggalang persatuan, menggalang kerukunan untuk menghadapi keadaan yang penuh ketidakpastian ini," tegas Presiden.

Sebagai langkah konkret, Kemenag telah merilis Surat Edaran Menteri Agama Nomor 1 Tahun 2026 yang mengatur Panduan Penyelenggaraan Ibadah Ramadan, Idulfitri 1447 H, serta program Masjid Ramah Pemudik.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

UPDATE

Jusuf Kalla: Konflik Timteng Berpotensi Tekan Ekonomi Global dan Indonesia

Jumat, 13 Maret 2026 | 04:19

Permohonan Restorative Justice Rismon Menggemparkan

Jumat, 13 Maret 2026 | 04:07

Reset Amerika

Jumat, 13 Maret 2026 | 04:01

Sinopsis One Piece Season 2 di Netflix Petualangan Baru Luffy di Grand Line

Jumat, 13 Maret 2026 | 03:32

Rismon Ajukan RJ, Ahmad Khozinudin: Label Pengkhianat akan Abadi

Jumat, 13 Maret 2026 | 03:23

BPKH Bukukan Aset Konsolidasi Rp238,99 Triliun hingga Akhir 2025

Jumat, 13 Maret 2026 | 03:08

ICWA Minta RI Kaji Lagi soal Gabung Board of Peace

Jumat, 13 Maret 2026 | 03:00

Rismon Siap Dicap Pengkhianat Usai Minta Maaf ke Jokowi

Jumat, 13 Maret 2026 | 02:24

Indonesia Diminta Aktif Dorong Perdamaian Timteng

Jumat, 13 Maret 2026 | 02:07

KPK Sita Aset Rp100 Miliar Lebih dari Skandal Kuota Haji Era Yaqut

Jumat, 13 Maret 2026 | 02:04

Selengkapnya