Berita

Ilustrasi ojek online. (Foto: RMOL/Alifia Dwi)

Bisnis

GoTo Ungkap Penyebab Krisis Ojol yang Dikeluhkan Masyarakat

KAMIS, 12 MARET 2026 | 14:50 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Manajemen PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) buka suara soal penyebab meningkatnya waktu tunggu layanan ojek online (ojol) atau krisis ojol yang baru-baru ini ramai dikeluhkan masyarakat.

Head of Driver Operations Gojek, Bambang Adi Wirawan, mengatakan kondisi tersebut dipicu lonjakan permintaan di tengah berkurangnya jumlah pengemudi aktif menjelang libur Hari Raya Idulfitri. 

Menurut Bambang, perubahan pola pemesanan terjadi terutama di kawasan bisnis pusat Jakarta pada periode akhir Ramadan.


"Pada periode akhir Ramadan dan menjelang libur Hari Raya Idulfitri, kami mendapati adanya perubahan pola pemesanan (lonjakan tingkat permintaan) pada jam-jam sibuk, khususnya di area bisnis di pusat Jakarta," ujar Bambang dalam keterangan tertulis pada Rabu, 12 Maret 2026.

"Jam sibuk dimulai lebih awal dibanding hari-hari lainnya di luar bulan Ramadan, yakni sejak pukul 15.30, hingga mencapai puncaknya pada pukul 16.00-18.00 WIB," imbuhnya.

Ia menjelaskan, lonjakan permintaan itu terjadi bersamaan dengan berkurangnya jumlah mitra pengemudi di kota-kota besar. Sebagian driver memilih mudik lebih awal untuk berkumpul bersama keluarga.

“Pada periode akhir Ramadan, kami memahami bahwa sebagian dari mitra driver Gojek, khususnya yang beroperasi di kota-kota besar, ada yang telah pulang kampung atau mudik dan memilih menghabiskan waktu bersama keluarganya,” kata Bambang.

Berdasarkan data GoTo pada 2025, para mitra pengemudi umumnya kembali aktif secara bertahap pada pekan pertama hingga kedua setelah Lebaran, seiring dengan kembali normalnya aktivitas masyarakat.

Selain faktor tersebut, kondisi cuaca hujan yang memicu genangan di sejumlah titik juga menjadi faktor  yang mempengaruhi ketersediaan mitra pengemudi. 

“Di luar hal-hal tersebut, faktor eksternal seperti cuaca hujan yang menyebabkan genangan di beberapa titik serta berakibat pada kepadatan lalu lintas turut mempengaruhi ketersediaan Mitra Drive. Dengan demikian, orderan pelanggan di periode ini seringkali membutuhkan waktu tambahan agar dapat diterima oleh mitra,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Bambang menyarankan pengguna untuk mengalokasikan waktu lebih lama untuk proses pemesanan ojol.

Sebelumnya, krisis ojol ramai diperbincangkan di media sosial X dan Thread. Warganet mengeluhkan sulitnya memesan ojol dalam beberapa hari terakhir ini, bahkan ramai pembatalan pesanan oleh driver.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Pakar HTN Sambut Baik Putusan MK Perkuat Kedudukan Hasil Audit BPK

Selasa, 21 April 2026 | 18:18

Refly Harun soal Info P21 Kasus Ijazah Jokowi: Itu Ngarang!

Selasa, 21 April 2026 | 18:17

Efek Domino MBG, Pendapatan Petani Naik 60 Persen

Selasa, 21 April 2026 | 18:13

Hadiah Hari Kartini: Pengesahan UU PPRT Lindungi Pahlawan Domestik

Selasa, 21 April 2026 | 18:04

Staf PBNU Mangkir dari Panggilan, KPK Siap Jadwal Ulang

Selasa, 21 April 2026 | 17:52

RUU PPRT Disahkan DPR Bukti Perempuan Hadir di Parlemen

Selasa, 21 April 2026 | 17:43

Peringati Hari Kartini, KPP: Perempuan Harus Aktif dari Suara ke Aksi

Selasa, 21 April 2026 | 17:42

Huawei Rilis Pura 90 Series, Ini Spesifikasi, Fitur Kamera, dan Harganya

Selasa, 21 April 2026 | 17:16

Staf Orang Kepercayaan Maidi Dicecar KPK soal Penampungan Dana CSR

Selasa, 21 April 2026 | 17:13

13 WNI Jadi Korban Kebakaran 1.000 Rumah Apung di Malaysia

Selasa, 21 April 2026 | 17:10

Selengkapnya