Berita

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa dan Wamenkeu Suahasil Nazara beserta Wamenkeu Juda Agung. (Foto: RMOL/Alifia Dwi)

Bisnis

Pemerintah Tarik Utang Baru Rp185,3 Triliun hingga Februari 2026

KAMIS, 12 MARET 2026 | 13:46 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Pemerintah telah menarik utang baru sebesar Rp185,3 triliun hingga akhir Februari 2026. Nilai tersebut setara 22,3 persen dari target pembiayaan utang dalam APBN 2026 yang dipatok sebesar Rp832,2 triliun.

Wakil Menteri Keuangan Juda Agung mengatakan realisasi pembiayaan tersebut masih berada dalam kondisi yang terkendali.

“Pembiayaan anggaran tahun 2026 terjaga dengan baik dalam batas terkendali. Realisasinya per akhir Februari mencapai Rp185,3 triliun atau 22,3 persen dari target,” ujar Juda dalam konferensi pers APBN di Kantor Kementerian Keuangan, Rabu, 11 Maret 2026.


Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, penarikan utang pada awal 2026 ini tercatat lebih rendah. Pada Februari 2025, pemerintah telah menarik pembiayaan utang sebesar Rp249,9 triliun.

Selain dari utang, pemerintah juga memperoleh pembiayaan dari sumber non-utang sebesar Rp21,1 triliun. Nilai ini meningkat cukup signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya mencapai Rp3,9 triliun.

Dengan perkembangan tersebut, total realisasi pembiayaan anggaran hingga Februari 2026 tercatat sebesar Rp164,2 triliun atau sekitar 23,8 persen dari target APBN.

Juda menjelaskan pemerintah menerapkan strategi pembiayaan yang bersifat antisipatif guna menjaga kecukupan kas negara sekaligus mempertahankan fleksibilitas fiskal di tengah dinamika pasar keuangan global.

“Strategi pembiayaan dilakukan secara antisipatif, yaitu memastikan ketersediaan kas tetap memadai sekaligus menjaga fleksibilitas pembiayaan untuk merespons dinamika pasar yang sedang terjadi,” jelasnya.

Sebagian besar pembiayaan utang tersebut diperoleh melalui penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) di pasar domestik. Menurut Juda, minat investor terhadap instrumen tersebut masih tetap kuat.

Hal itu tercermin dari rasio bid to cover pada lelang SBN yang masih tinggi. Untuk Surat Utang Negara (SUN), rasio tercatat di atas dua kali, sementara Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) mencapai 3,1 kali.

“Bahkan dibanding tahun lalu, tahun ini lebih baik. Ini menunjukkan minat dan kepercayaan investor terhadap fundamental perekonomian kita masih terjaga di tengah dinamika pasar keuangan global yang sangat penuh dengan ketidakpastian,” ujarnya.

Di pasar global, pemerintah juga menerbitkan obligasi dalam dua mata uang pada Februari 2026. Instrumen tersebut meliputi obligasi offshore renminbi (CNH) senilai 9,25 miliar dengan yield sekitar 2–3 persen serta obligasi euro sebesar 2,7 miliar euro dengan yield sekitar 4–5 persen.

“Ini di pasar global, dan yield yang cukup baik tersebut menunjukkan bahwa investor global sangat confident dengan fundamental ekonomi kita yang masih terjaga dengan baik,” tandas Juda.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Tak Hanya Mobil Listrik, Hybrid Juga Diusulkan Bebas Ganjil-Genap

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:31

Kabinet Watch Penting untuk Ruang Dialog Menteri dan Kelompok Kritis

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:25

Dumai Transshipment Hub: Ujian Geopolitik Maritim Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:17

Laba Emiten Naik 15 Persen, Danantara Minta Investor Tak Terpaku Sentimen Pasar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:16

Apple Siap Gelar Acara Pro and Tell Akhir Oktober 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:09

12.000 Lowongan Kerja Dibuka di Jakarta untuk Semua Kalangan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:08

BAZNAS dan Ruang Amal Indonesia Antarkan 47 Mustahik ke Dunia Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:06

KPK Bakal Secepatnya Kembali Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:48

Wacana Dumai Transshipment Hub Perlu Dukungan, Pelindo Harus Lebih Bertaring di Selat Malaka

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:47

Terancam Turun Kelas, Danantara Akui Sentimen MSCI Tak Bisa Dianggap Enteng

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:33

Selengkapnya