Berita

(Tengah) Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi. (Foto: RMOL/Alifia)

Bisnis

Jadi Ketua OJK Perempuan Pertama, Friderica Janji Pulihkan Stabilitas Sektor Keuangan

KAMIS, 12 MARET 2026 | 11:48 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Friderica Widyasari Dewi resmi ditetapkan sebagai Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kamis 12 Maret 2026.

Ia mencatat sejarah sebagai perempuan pertama yang menduduki kursi pimpinan lembaga pengawas sektor jasa keuangan tersebut.

Kiki, sapaan akrabnya ditetapkan sebagai nakhoda OJK setelah menuntaskan seluruh rangkaian uji kelayakan dan kepatutan di Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI).


Dalam fit and proper test pada Rabu, 11 Maret 2026, Kiki memaparkan visi besarnya untuk memperkuat peran sektor jasa keuangan sebagai penopang pertumbuhan ekonomi nasional. 

Ia menegaskan akan fokus pada tiga agenda utama, yakni menjaga stabilitas, memulihkan kepercayaan publik, serta meningkatkan kontribusi sektor jasa keuangan terhadap perekonomian.

Menurutnya, stabilitas sektor keuangan harus menjadi prioritas utama. Untuk itu, OJK, kata Kiki akan memperkuat koordinasi dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), termasuk melalui pertukaran data antarotoritas serta penguatan sistem peringatan dini (early warning system).

Selain stabilitas, Kiki juga menyoroti pentingnya pemulihan kepercayaan publik terhadap industri jasa keuangan. Hal itu akan ditempuh melalui penguatan integritas, transparansi, serta penegakan hukum yang tegas, terutama di sektor pasar modal.

“Bagaimana kita melalui integritas, transparansi, dan penegakan hukum yang tegas, kita akan pulihkan kepercayaan publik terutama di sektor pasar modal Indonesia,” kata Kiki.

Di sisi lain, ia berjanji mendorong sektor jasa keuangan agar lebih kontributif terhadap berbagai program strategis pemerintah. Kebijakan OJK ke depan akan diselaraskan dengan agenda pembangunan nasional, termasuk program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Dukungan tersebut, lanjut Kiki, mencakup pembiayaan pembangunan tiga juta rumah, penguatan UMKM, ketahanan pangan dan energi, hingga program makan bergizi gratis.

Kiki juga menyoroti pentingnya pengawasan terintegrasi, terutama terhadap industri jasa keuangan digital. Ia menegaskan seluruh pelaku usaha harus tunduk pada prinsip regulasi yang setara berdasarkan tingkat risiko.

“Kami akan memperkuat pengawasan terhadap industri jasa keuangan digital dengan tetap berpegang pada prinsip Same Activity, Same Risk, and Same Regulation,” ujarnya.

Dalam aspek perlindungan konsumen, OJK di bawah kepemimpinannya juga akan memperluas literasi dan inklusi keuangan secara lebih merata di masyarakat. Pengawasan terhadap perilaku pelaku usaha jasa keuangan juga akan diperketat demi melindungi kepentingan konsumen.

Tak hanya itu, Kiki juga berencana memperkuat upaya pemberantasan penipuan melalui pembentukan Indonesia Anti-Skem Center serta pembangunan National Fraud Portal. Ia juga menegaskan perlunya transformasi OJK lewat kepimpinan yang visioner ke depan.

"Kepemimpinan OJK yang kuat, visioner, dan berintegritas untuk memperkuat stabilitas sektor jasa keuangan dan pertumbuhan ekonomi nasional inklusif, berdaya saing global, dan berkelanjutan untuk Indonesia Maju menuju Indonesia Emas 2045," tandasnya.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Boyamin Sebut Ada Dua Brankas Kosong di Rumah Febrie, Ini Respons Kejagung

Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:14

UPDATE

DPR Khawatir Pekerjaan Debt Collector jadi Ilegal, Ini Sebabnya

Minggu, 23 Agustus 2026 | 01:43

Keripik Pisang Lokal Besutan Rumah BUMN BRI Tembus Malaysia dan Hong Kong

Minggu, 23 Agustus 2026 | 01:19

Menlu China Mesra dengan Luhut, Sejumlah Tawaran Kerja Sama Mengalir

Minggu, 23 Agustus 2026 | 00:54

Program Gerakan “Warga Peduli Warga” Jaringan Aktivis 98 Berlanjut di Lampung

Minggu, 23 Agustus 2026 | 00:28

Sejumlah Elemen Mahasiswa Ogah Ikut Demo AMPB 27 Agustus, Ini Sebabnya

Minggu, 23 Agustus 2026 | 00:10

Ribuan Warga Meriahkan Panggung Rakyat Merdeka PANsar Murah di Kendal

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:50

BRI Raih Tiga Penghargaan Bergengsi Alpha Southeast Asia 2026

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:28

DPR Tekankan Penguatan Pengendalian Lingkungan untuk Hentikan Karhutla

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:58

YLBHI Dorong Bareskrim Usut Perwira Diduga Terlibat Penipuan Investasi Tambang Emas

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:14

Pikat Pembeli dari Singapura hingga Belanda, Produk UMKM Asal Sumut Berdaya Bersama BRI

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:55

Selengkapnya