Berita

Ilustrasi (RMOL via Gemini AI)

Bisnis

Harga Minyak Dunia Naik Lagi, Brent Tembus 91,98 Dolar AS

KAMIS, 12 MARET 2026 | 09:35 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga minyak dunia terus mengalami kenaikan tajam seiring meningkatnya kekhawatiran gangguan pasokan global akibat serangan terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz. 

Dikutip dari Reuters, Kamis 12 Maret 2026, pada penutupan perdagangan Rabu, harga minyak Brent ditutup naik 4,18 Dolar AS atau 4,8 persen menjadi 91,98 Dolar AS per barel. Sementara itu, minyak West Texas Intermediate (WTI) naik 3,80 Dolar AS atau 4,6 persen menjadi 87,25 Dolar AS per barel.

Kenaikan harga dipicu meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz. Pada Rabu, tiga kapal tambahan dilaporkan terkena proyektil di kawasan tersebut menurut perusahaan keamanan maritim. Dengan demikian, sejak perang Iran dimulai, setidaknya 14 kapal telah diserang di wilayah itu.


Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran sempit yang sangat vital bagi perdagangan energi global. Lalu lintas kapal di kawasan tersebut kini hampir terhenti sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari. Gangguan di jalur ini mengancam sekitar seperlima pasokan minyak dunia, sehingga mendorong harga minyak global melonjak ke level tertinggi sejak 2022.

Presiden AS Donald Trump mengatakan pemerintahnya siap mengawal kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz jika diperlukan. Namun sumber Reuters menyebutkan Angkatan Laut AS untuk sementara menolak permintaan industri pelayaran untuk pengawalan militer karena risiko serangan dinilai terlalu tinggi.

Di tengah krisis tersebut, International Energy Agency (IEA) sepakat melepaskan 400 juta barel minyak dari cadangan strategis untuk menahan lonjakan harga energi. Langkah ini menjadi pelepasan cadangan minyak terbesar dalam sejarah lembaga tersebut.

Volume ini lebih dari dua kali lipat dibanding pelepasan cadangan 182 juta barel pada 2022 setelah invasi Rusia ke Ukraina. Namun sejumlah analis menilai langkah tersebut tidak cukup untuk menutupi potensi kekurangan pasokan jika perang di Timur Tengah berlangsung lama.

Menurut analis dari Macquarie, jumlah 400 juta barel tersebut setara dengan sekitar empat hari produksi minyak global atau sekitar 16 hari volume minyak yang biasanya melintasi Teluk Persia. Mereka menilai jumlah itu relatif kecil dibanding potensi gangguan pasokan yang sedang terjadi.

Gangguan pasokan juga terjadi di sektor infrastruktur energi. Perusahaan minyak nasional Abu Dhabi ADNOC dilaporkan menutup kilang Ruwais setelah terjadi kebakaran akibat serangan drone di kompleks fasilitas tersebut.

Sementara itu, Arab Saudi mencoba meningkatkan ekspor minyak melalui jalur Laut Merah, terutama dari pelabuhan Yanbu. Namun volume tambahan ini masih jauh dari cukup untuk menggantikan penurunan pasokan yang biasanya melewati Selat Hormuz. Negara-negara Teluk lain seperti Irak, Kuwait, dan Uni Emirat Arab bahkan telah mulai mengurangi produksi.

Bank investasi Morgan Stanley juga memperingatkan bahwa bahkan jika konflik segera mereda, pasar energi kemungkinan masih menghadapi gangguan selama beberapa minggu ke depan.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Nasib Pengalihan Utang Whoosh Tak Jelas, Ini Penjelasan Wamenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 22:20

Ombudsman Soroti Masa Sanggah Data Rumah Rusak Gempa NTT Terlalu Singkat

Jumat, 02 Oktober 2026 | 21:55

KPK Dalami Pengurusan HGB PT Bela Parahiyangan hingga ke Pusat

Jumat, 02 Oktober 2026 | 21:36

Rafyq Pandjaitan Terpilih Ketua KWP, Ariawan Titip Pesan Ini

Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:50

KBRI Singapura Tak Punya Dokumen Pendidikan Gibran

Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:20

Jenderal Sigit jadi Bidak Benteng dalam Catur Pemerintahan Prabowo

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:57

Hatta Rajasa Pastikan Wantimpres Beri Nasihat Berkualitas untuk Presiden

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:44

Kapolri Berganti, Jenderal Sigit Serahkan Panji Tribrata ke Jenderal Suyudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:40

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Bersama UI, Peradi Profesional Bidik Pendidikan Advokat Lebih Berkualitas

Jumat, 02 Oktober 2026 | 18:51

Selengkapnya