Berita

Ilustrasi (Gambar: RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Wall Street "Kebakaran" Saat Minyak Terancam Tembus 200 Dolar AS

KAMIS, 12 MARET 2026 | 08:23 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Sejumlah indeks di pasar saham Amerika Serikat (AS) parkir di zona merah akibat kekhawatiran investor terhadap pasokan minyak global dan potensi lonjakan inflasi.

Indeks Dow Jones Industrial Average mencatat penurunan paling besar di antara tiga indeks utama. 

Dikutip dari Reuters, Kamis 12 Maret 2026, pada penutupan Rabu, indeks Dow Jones turun 289,24 poin atau 0,61 persen menjadi 47.417,27. Sementara itu, indeks S&P 500 turun tipis 5,68 poin atau 0,08 persen ke level 6.775,80. 


Berbeda dengan dua indeks tersebut, Nasdaq Composite justru naik tipis 19,03 poin atau 0,08 persen menjadi 22.716,14, didorong oleh kenaikan saham-saham teknologi dan produsen chip.

Pergerakan pasar sepanjang hari berlangsung tidak stabil. Investor menghadapi tarik-menarik sentimen terkait pasokan minyak dunia setelah Iran terus menyerang kapal di Selat Hormuz yang sedang diblokade. Jalur tersebut merupakan salah satu rute pengiriman minyak paling penting di dunia.

Di sisi lain, Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) mencoba menenangkan pasar dengan menyatakan bahwa Arab Saudi telah meningkatkan produksi minyak. Selain itu, Badan Energi Internasional (IEA) juga sepakat untuk melepaskan sekitar 400 juta barel minyak dari cadangan strategis guna membantu menstabilkan pasokan global.

Kekhawatiran pasar juga meningkat setelah komando militer Iran memperingatkan bahwa dunia harus bersiap menghadapi kemungkinan harga minyak mencapai 200 Dolar AS per barel, lebih dari dua kali lipat harga saat ini.

Matthew Keator, Managing Partner di Keator Group, mengatakan pasar saat ini sangat sensitif terhadap setiap informasi terkait konflik tersebut. “Dalam lingkungan yang sangat tidak pasti seperti ini, pasar dan investor sangat membutuhkan sinyal apa pun yang bisa memberi arah,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa perhatian utama investor kini tertuju pada dampak lonjakan harga minyak terhadap konsumen. 

“Semua kembali pada konsumen, dan bagaimana kenaikan harga minyak yang berkepanjangan akan memengaruhi pengeluaran mereka,” kata Keator.

Sementara itu, data inflasi Amerika Serikat menunjukkan kondisi yang relatif stabil. Indeks Harga Konsumen (CPI) pada Februari naik sesuai dengan perkiraan analis, dan laju inflasi tahunan kini hanya sekitar setengah persen di atas target 2 persen yang ditetapkan bank sentral AS.

Namun laporan inflasi tersebut tidak banyak memengaruhi pasar karena data tersebut dirilis sebelum konflik dengan Iran memanas. Investor kini lebih mencermati kemungkinan dampak kenaikan harga energi terhadap inflasi ke depan serta risiko perlambatan ekonomi.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

2.241 ASN Resmi jadi Komcad Usai Latsarmil Gelombang Kedua Ditutup

Rabu, 30 September 2026 | 00:13

Sabar Tobing: AI Ubah Dunia Perpajakan, Talenta Digital Makin Dibutuhkan

Selasa, 29 September 2026 | 23:50

DPR Minta Pemerintah dan ASDP Tangani Kemacetan Horor Ketapang

Selasa, 29 September 2026 | 23:46

KPK Tegaskan Penyitaan Aset Silmy Karim Sah Usai Praperadilan Ditolak

Selasa, 29 September 2026 | 23:19

KPK Harus Transparan soal Kasus CSR BI-OJK yang Libatkan Dua Anggota DPR

Selasa, 29 September 2026 | 22:39

Kuasa Hukum Faizal Assegaf Apresiasi Polda Metro Periksa Jubir KPK

Selasa, 29 September 2026 | 22:32

Kantor PT Bela Parahiyangan Digeledah Buntut Dugaan Suap HGB ATR/BPN

Selasa, 29 September 2026 | 22:17

Apartemen Vinna Ledy yang Disita KPK Diduga Pemberian Pengusaha

Selasa, 29 September 2026 | 22:09

Membangun Ekosistem Keselamatan dan Perlindungan Korban

Selasa, 29 September 2026 | 22:08

Jokowi Masuk PSI Bisa Mengubah Konfigurasi Politik 2029

Selasa, 29 September 2026 | 22:04

Selengkapnya