Berita

Ketua DPRD DKI Jakarta Khoirudin (kiri) saat meninjau fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) Plant Jakarta di Rorotan, Jakarta Utara, Rabu 11 Maret 2026.(Foto: Istimewa)

Nusantara

Kasus Longsor TPST Bantargebang Bisa Berulang Tanpa Solusi Permanen

KAMIS, 12 MARET 2026 | 00:11 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Insiden longsoran sampah di TPST Bantargebang yang menewaskan tujuh orang, menunjukkan besarnya tekanan pada fasilitas pembuangan utama sampah Jakarta.

Ketua DPRD DKI Jakarta, Khoirudin mengatakan, kejadian di Bantargebang menjadi pengingat bahwa Jakarta tidak bisa terus bergantung pada satu lokasi pembuangan sampah.

Karena itu, RDF dinilai sebagai bagian dari solusi permanen untuk mengurangi volume sampah yang dikirim ke Bantargebang.


“Produksi sampah Jakarta mencapai sekitar 8.700 ton per hari. Perlu solusi permanen,” kata Khoirudin saat meninjau fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) Plant Jakarta di Rorotan, Jakarta Utara, Rabu 11 Maret 2026.

Politisi PKS ini mengatakan, jika tidak disiapkan solusi permanen, maka risiko seperti longsor di Bantargebang bisa terus berulang. 

"Karena itu pemerintah telah menganggarkan dana triliunan rupiah untuk pembangunan fasilitas RDF agar pengolahan sampah Jakarta berjalan maksimal, aman bagi lingkungan, dan berkelanjutan,” ujar Khoirudin.

Ia menjelaskan bahwa pembangunan fasilitas RDF merupakan bagian dari transformasi sistem pengelolaan sampah Jakarta. 

Saat ini RDF Rorotan masih beroperasi secara bertahap dengan kapasitas pengolahan sekitar 700 ton sampah per hari, dan ditargetkan meningkat hingga 2.500 ton per hari setelah operasional berjalan optimal serta seluruh sistem pendukung terpenuhi. 

“Fasilitas RDF seperti di Rorotan ini adalah bagian dari solusi jangka panjang. Jika dibangun di beberapa titik, kita bisa mengurangi beban sampah ke Bantargebang hingga sekitar 30 persen," kata Khoirudin.

Dalam kunjungan tersebut, Khoirudin juga menerima paparan dari pengelola terkait sejumlah tantangan operasional RDF, mulai dari proses pengangkutan sampah hingga pengendalian dampak lingkungan seperti bau dan emisi. 

“Masalah sampah adalah tanggung jawab bersama. Saya mengajak seluruh warga Jakarta untuk mulai memilah sampah dari rumah, karena pengelolaan yang baik di hulu akan menentukan keberhasilan sistem pengolahan sampah di hilir," pungkas Khoirudin.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Ketika Gerakan Sosial Baru Menggugat Tatanan Politik

Selasa, 20 Oktober 2026 | 00:15

Ada Demo Mahasiswa, Masyarakat Diimbau Hindari Kawasan Monas

Selasa, 20 Oktober 2026 | 00:00

Cegah Perpecahan, Bagusnya Gibran Mundur

Senin, 19 Oktober 2026 | 23:38

Ada Indikasi Dendam Politik di Balik Wacana Pelengseran Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 | 23:24

Legislator PKB Serahkan Bantuan bagi Korban Kebakaran di Majalengka

Senin, 19 Oktober 2026 | 23:01

Realisasi Investasi Hingga Kuartal III Sentuh Rp1.539 T

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:58

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Investasi Tembus Rp3.923 Triliun

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:58

Ferry Juliantono Terpilih Jadi Presiden Syarikat Islam

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:53

Masyarakat Adat Wanam Merauke Butuh Pelatihan Pertanian Berkelanjutan

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:45

BEM-KSI Gelar Silaturahmi ke PBNU dan Beri Apresiasi ke Gus Gudfan

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:29

Selengkapnya