Berita

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (Foto: BBC)

Dunia

Netanyahu Dirumorkan Meninggal Dalam Serangan Iran

RABU, 11 MARET 2026 | 22:32 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Spekulasi mengenai kondisi Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mencuat setelah beredar rumor yang menyebut dirinya meninggal dunia akibat serangan Iran.

Isu tersebut berkembang di tengah memanasnya konflik di kawasan Timur Tengah dan hingga kini belum mendapatkan konfirmasi resmi dari otoritas Israel.

Mengutip laporan Tasnim News Agency, Rabu, 11 Maret 2026, sejumlah indikator memicu beredarnya spekulasi tersebut, salah satunya karena Netanyahu dilaporkan tidak muncul dalam video maupun gambar publik selama beberapa hari terakhir.


"Sudah hampir tiga hari sejak video terakhir Netanyahu diunggah di saluran pribadinya, dan hampir empat hari sejak gambar terakhirnya dipublikasikan. Setelah itu, beberapa pernyataan yang dikaitkan dengan Netanyahu hanya berupa teks," ungkap laporan tersebut.

Kondisi itu dianggap tidak biasa karena sebelumnya Netanyahu hampir selalu merilis video secara rutin setiap hari. Bahkan dalam beberapa kesempatan, jumlah video yang dipublikasikan bisa lebih dari satu dalam sehari. 

Spekulasi juga diperkuat laporan dari sejumlah sumber berbahasa Ibrani yang menyebutkan peningkatan pengamanan di sekitar kediaman Netanyahu pada 8 Maret. 

“Muncul laporan yang mengindikasikan bahwa perimeter keamanan di sekitar rumah Netanyahu telah diperketat, khususnya untuk menangkal potensi serangan drone bunuh diri," tambah laporan itu.

Di sisi lain, pembatalan kunjungan menantu Presiden Amerika Serikat, Jared Kushner, bersama utusan khusus Steve Witkoff ke Israel yang dijadwalkan berlangsung Selasa, 10 Maret 2026, juga turut memicu spekulasi mengenai kondisi pemimpin Israel tersebut.

Selain itu, Istana Élysée juga hanya merilis teks percakapan antara Presiden Prancis, Emmanuel Macron, dan Netanyahu tanpa menyebutkan waktu pasti percakapan tersebut terjadi. 

Hingga kini, berbagai rumor mengenai kondisi Netanyahu masih beredar luas, namun belum ada konfirmasi maupun bantahan resmi dari pihak terkait.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

TNI Gandeng Bulog Hadirkan Program Pangan Murah di Puncak Jaya

Kamis, 02 April 2026 | 03:59

Jadwal KA Ciremai Dipastikan Kembali Normal

Kamis, 02 April 2026 | 03:46

KUR dan Salah Arah Subsidi Negara

Kamis, 02 April 2026 | 03:20

Gugatan Forum Purnawirawan TNI Bertujuan agar Kasus Ijazah Jokowi Rampung

Kamis, 02 April 2026 | 02:55

Umrah Prajurit dan ASN TNI

Kamis, 02 April 2026 | 02:39

Ledakan SPBE Cimuning Turut Porak-Porandakan Pemukiman Warga

Kamis, 02 April 2026 | 02:16

JK: Kalau BBM Murah, Orang akan Pakai Seenaknya

Kamis, 02 April 2026 | 01:59

AS Beri Sinyal Belum Ingin Akhiri Perang dengan Iran

Kamis, 02 April 2026 | 01:37

Wamen Fajar: Model Soal TKA Cocok buat Kebutuhan Masa Depan

Kamis, 02 April 2026 | 01:12

Danantara Didorong Percepat Proyek Hilirisasi dan Waste to Energy

Kamis, 02 April 2026 | 00:54

Selengkapnya