Berita

Ilustrasi. (Foto: Dokumentasi RMOL)

Bisnis

Ekonomi RI Diguncang Triple Shock, APBN Makin Babak Belur

RABU, 11 MARET 2026 | 21:47 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Tekanan terhadap APBN saat ini semakin meningkat akibat dinamika ekonomi global yang tidak menentu. Oleh karena itu, pemerintah perlu merespons situasi ini secara solid, terbuka, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat luas, khususnya rakyat kecil yang paling rentan terhadap gejolak ekonomi.  

Demikian disampaikan Ketua Majelis Pertimbangan Pusat PKS, Mulyanto dalam keterangan kepada yang diterima redaksi di Jakarta, Rabu, 11 Maret 2026. 

Anggota DPR RI periode 2019-2024 itu menyebut saat ini perekonomian nasional menghadapi triple shock yang berpotensi menekan keseimbangan fiskal negara. 


“Tekanan tersebut berasal dari lonjakan harga minyak dunia, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, serta meningkatnya perhatian lembaga pemeringkat internasional terhadap risiko fiskal Indonesia,” ujar Mulyanto.

"Ini kondisi yang serius. Potensial meningkatkan risiko fiskal kita", tambahnya.

Menurut Mulyanto, harga minyak acuan global Brent crude oil hari ini telah menembus kisaran 118 Dolar AS per barel pada Senin, 9 Maret 2026 jauh di atas asumsi Indonesian Crude Price (ICP) dalam APBN yang dipatok pada angka 70 Dolar AS per barel. 

Selisih harga yang cukup besar ini berpotensi meningkatkan beban subsidi dan kompensasi energi yang harus ditanggung negara.

Di saat yang sama, penguatan dolar Amerika Serikat terhadap rupiah juga memperbesar tekanan fiskal. Pelemahan nilai tukar tidak hanya meningkatkan biaya impor energi, tetapi juga berdampak pada pembiayaan utang dan stabilitas ekonomi secara keseluruhan.

Tekanan tersebut semakin diperhatikan oleh lembaga pemeringkat internasional seperti Moody’s dan Fitch Ratings yang telah menurunkan outlook peringkat utang Indonesia menjadi negatif. 

Meskipun peringkat Indonesia masih berada pada level investment grade, peringatan ini menjadi sinyal penting agar pemerintah menjaga disiplin fiskal dan kredibilitas kebijakan ekonomi.

Dalam menghadapi tekanan tersebut, menurut Mulyanto, pemerintah perlu menunjukkan soliditas kebijakan dan komunikasi yang jelas kepada publik. 

"Perbedaan penekanan pandangan di ruang publik antar pejabat pemerintah, seperti Menteri Keuangan dengan Menteri ESDM, tidak boleh menimbulkan kesan ketidakpastian arah kebijakan ekonomi nasional," imbuhnya.

Selain itu, menurut Mulyanto, pemerintah perlu mengedepankan transparansi dalam merumuskan langkah-langkah mitigasi fiskal. Publik berhak mengetahui berbagai skenario kebijakan yang sedang dipersiapkan untuk menjaga stabilitas APBN di tengah gejolak harga energi dan dinamika pasar global.

Yang tidak kalah penting, lanjut dia, setiap langkah kebijakan Pemerintah harus tetap memihak kepada rakyat kecil. 

"Kebijakan fiskal yang diambil untuk menjaga stabilitas APBN tidak boleh mengabaikan perlindungan terhadap daya beli masyarakat, khususnya kelompok berpenghasilan rendah yang paling terdampak oleh kenaikan harga energi dan inflasi," tegas Mulyanto.


Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

UPDATE

Serap Aspirasi Warga Pandeglang, Arif Rahman Kawal Sektor Pertanian dan Perikanan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 10:14

Hormati Putusan MK, Komisi X DPR Minta Pendidikan dan MBG Tetap Jalan Beriringan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:57

Harga Minyak Dunia Catat Kenaikan Bulanan Terbesar Sejak Maret

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:51

Emas Antam Anjlok Rp20 Ribu, Satu Gram Jadi Rp2,6 Juta

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:41

Kesiapan Fasilitas Zikir Kebangsaan Monas: Dari Ambulans Hingga Ratusan Ribu Konsumsi

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:34

K-SIGN Rote Ndao Dipacu Jadi Pilar Swasembada Garam Nasional

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:15

Harga Logam Mulia Terkoreksi Meski Mampu Akhiri Tren Penurunan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:02

Dul Mungkin Tak akan Naik Bus Malam Lagi Setelah Ketahuan Bawa Sabu

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 08:45

Arab Saudi Sambut Kesepakatan Pelucutan Senjata di Gaza, Israel Harus Mundur

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 08:34

Ramai Mal Pasang Pagar Tinggi di Tengah Situasi Kamtibmas Kondusif

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 08:23

Selengkapnya