Berita

Presiden Prabowo Subianto di HUT Danantara (Foto: YouTube Sekretariat Presiden)

Politik

Prabowo Kaget Pertamina Punya 200 Anak Perusahaan, Soroti Kejanggalan Audit

RABU, 11 MARET 2026 | 20:10 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Prabowo Subianto mengaku terkejut mengetahui jumlah anak perusahaan di lingkungan Pertamina telah berkembang menjadi 200 entitas.

Hal itu disampaikan Prabowo saat menghadiri perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) pertama Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara di Wisma Danantara, Jakarta, Rabu sore, 11 Maret 2026.

Dalam pidatonya, Prabowo menyinggung kompleksitas pengelolaan badan usaha milik negara (BUMN) yang selama ini memiliki banyak anak dan cucu perusahaan. 


Menurutnya, kondisi tersebut membuat pengelolaan perusahaan negara menjadi tidak efisien dan sulit dikendalikan dalam satu sistem manajemen.

“Tidak mungkin kita ngelola 250 perusahaan. Bahkan ternyata saya baru tahu bukan 250, 1.000 perusahaan lebih. Tidak ada pelajaran manajemen di manapun di dunia, satu manajemen bisa ngelola 1.000 entitas,” ujar Prabowo.

Prabowo menjelaskan, pada awalnya perusahaan negara dibentuk oleh para pendiri bangsa untuk memenuhi kebutuhan dasar industri nasional yang saat itu belum tersedia. 

Namun seiring perjalanan waktu, struktur perusahaan negara berkembang semakin kompleks dengan munculnya berbagai entitas turunan. 

Hal itu, menurut Prabowo, membuat tata kelola BUMN menjadi tidak sederhana. Bahkan ia mengaku kaget saat mengetahui pertamina memiliki ratusana anak perusahaan. 

“Ternyata iktikad baik pendiri-pendiri bangsa itu akhirnya melahirkan anak perusahaan, cucu perusahaan, dan cicit perusahaan. Saya kaget, Pertamina punya 200 anak dan cucu perusahaan,” ungkapnya.

Prabowo juga menyoroti adanya aturan yang dinilainya janggal, yakni ketika BUMN dapat diaudit oleh negara, namun anak atau cucu perusahaannya disebut tidak dapat diaudit.

"Aneh lagi ada peraturan-peraturan yang lebih aneh lagi. Kalau BUMN boleh diaudit oleh negara. Katanya kalau cucu perusahaan ndak boleh diaudit. Peraturan dari mana ini?" kata dia. 

Karena itu, Prabowo menilai kehadiran Danantara menjadi langkah penting untuk mengonsolidasikan pengelolaan aset negara dalam satu manajemen yang lebih terintegrasi. 

"Jadi saudara-saudara, premis kita ternyata benar. Konsolidasi, satu manajemen, dengan rasional, dengan standar-standar terbaik dunia," pungkasnya.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Gencatan Senjata Iran-AS Hampir Berakhir, Milisi Irak Siaga Penuh

Selasa, 21 April 2026 | 08:19

Dolar AS Terkoreksi: Investor Mulai Lepas Aset Safe-Haven

Selasa, 21 April 2026 | 08:06

Sinergi BNI dan Perempuan NTT: Mengubah Daun Lontar Menjadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 21 April 2026 | 07:48

Tim Cook Mundur sebagai CEO Apple

Selasa, 21 April 2026 | 07:35

Refleksi 4 Tahun Prudential Syariah: Mengubah Paradigma Deteksi Dini Kanker

Selasa, 21 April 2026 | 07:27

Emas Dunia Masih Sulit Bangkit di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Selasa, 21 April 2026 | 07:16

Kerja Sama Polri-PBB Pertegas Posisi RI dalam Misi Perdamaian Dunia

Selasa, 21 April 2026 | 07:10

Bursa Eropa Merah, Sektor Penerbangan Paling Terpukul

Selasa, 21 April 2026 | 07:05

Relawan Protes JK Asal Klaim soal Jokowi Presiden

Selasa, 21 April 2026 | 06:51

Politik Angka vs Realitas Ekologi: Sungai Tak Bisa Dipimpin Statistik

Selasa, 21 April 2026 | 06:29

Selengkapnya