Berita

Menko PMK Pratikno (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Politik

Pemerintah Atur WFA ASN Demi Urai Kepadatan Mudik

RABU, 11 MARET 2026 | 17:59 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Pemerintah resmi menerapkan kebijakan Flexible Working Arrangement (FWA) atau Work From Anywhere (WFA) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai strategi untuk mengurai kepadatan arus mudik dan arus balik pada Lebaran 2026. 

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Pratikno mengatakan pengaturan kerja tersebut telah disesuaikan dengan jadwal cuti bersama serta hari libur nasional yang berdekatan dengan periode mudik Lebaran.

Menjelang Hari Raya Idulfitri, WFA untuk ASN ditetapkan berlaku pada tanggal 16-17 Maret. Diikuti dengan cuti bersama pada tanggal 18 Maret, dan Hari Raya Nyepi tanggal 19 Maret. 


"Pemerintah memutuskan Flexible Working Arrangement itu di tanggal 16-17. Sedangkan tanggal 18 adalah cuti bersama, kemudian ini berbarengan juga dengan Libur Nasional Hari Suci Nyepi," ujar Pratikno dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu, 11 Maret 2026.

Kebijakan serupa juga akan diberlakukan setelah perayaan Idulfitri guna membantu mengurai potensi kepadatan arus balik yang biasanya terjadi secara bersamaan.

Pemerintah menetapkan skema WFA kembali berlaku pada 25–27 Maret 2026, yang kemudian berlanjut dengan libur akhir pekan.

"Setelah itu Flexible Working Arrangement kembali. Di tanggal, setelah Idulfitri, tanggal 25 hari Rabu, 26 hari Kamis, 27 hari Jumat, masih kemudian sambung weekend. Kemudian baru awal masuk sekolah," jelasnya.

Pratikno menambahkan, pengaturan WFA ini dirancang selaras dengan jadwal libur sekolah dan momentum libur nasional. 

Pemerintah berharap masyarakat memiliki fleksibilitas lebih dalam menentukan waktu perjalanan mudik maupun kembali ke kota asal.

"Jadi sinergi antara awal masuk sekolah, libur sekolah dengan Flexible Working Arrangement itu kita rangkaikan dengan harapan apa? Dengan harapan pemudik itu tidak menumpuk di satu waktu tertentu. Itulah yang betul-betul kita harapkan," pungkasnya.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Pakar HTN Sambut Baik Putusan MK Perkuat Kedudukan Hasil Audit BPK

Selasa, 21 April 2026 | 18:18

Refly Harun soal Info P21 Kasus Ijazah Jokowi: Itu Ngarang!

Selasa, 21 April 2026 | 18:17

Efek Domino MBG, Pendapatan Petani Naik 60 Persen

Selasa, 21 April 2026 | 18:13

Hadiah Hari Kartini: Pengesahan UU PPRT Lindungi Pahlawan Domestik

Selasa, 21 April 2026 | 18:04

Staf PBNU Mangkir dari Panggilan, KPK Siap Jadwal Ulang

Selasa, 21 April 2026 | 17:52

RUU PPRT Disahkan DPR Bukti Perempuan Hadir di Parlemen

Selasa, 21 April 2026 | 17:43

Peringati Hari Kartini, KPP: Perempuan Harus Aktif dari Suara ke Aksi

Selasa, 21 April 2026 | 17:42

Huawei Rilis Pura 90 Series, Ini Spesifikasi, Fitur Kamera, dan Harganya

Selasa, 21 April 2026 | 17:16

Staf Orang Kepercayaan Maidi Dicecar KPK soal Penampungan Dana CSR

Selasa, 21 April 2026 | 17:13

13 WNI Jadi Korban Kebakaran 1.000 Rumah Apung di Malaysia

Selasa, 21 April 2026 | 17:10

Selengkapnya