Berita

Ketua Komisi V DPR Lasarus. (Foto: RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Politik

DPR Sarankan Pemudik Hindari Sementara Tol Jakarta-Merak

RABU, 11 MARET 2026 | 17:21 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Kondisi ruas Tol Jakarta-Merak yang dipenuhi lubang berpotensi membahayakan pemudik menjelang Lebaran 2026.

Menurut Ketua Komisi V DPR Lasarus, masyarakat sebaiknya menghindari ruas tersebut hingga proses perbaikan selesai.

Dalam rapat bersama Kementerian Pekerjaan Umum, terungkap adanya keterlambatan pemeliharaan di ruas Tol Jakarta-Merak yang dikelola badan usaha jalan tol.


Lasarus menyebut perbaikan baru diperkirakan selesai pada 13 Maret 2026. Selama proses itu berlangsung, ia meminta masyarakat berhati-hati atau menghindari ruas tersebut untuk sementara waktu.

“Tanggal 13 baru selesai. Kita minta diinfokan kepada masyarakat, sebaiknya sebelum tanggal 13 jangan lewat situ dulu, karena lubangnya banyak sekali,” kata Lasarus kepada wartawan di Gedung DPR, Rabu, 11 Maret, 2026. 

Legislator PDIP ini menambahkan, kondisi jalan tol yang rusak merupakan bentuk pelanggaran terhadap standar pelayanan minimum (SPM) jalan tol yang telah diatur dalam undang-undang.

Menurutnya, Komisi V DPR saat ini tengah membahas standar minimum layanan jalan tol melalui panitia kerja (panja). Jika badan usaha jalan tol tidak memenuhi standar tersebut, konsekuensinya bisa berujung pada sanksi serius hingga pencabutan konsesi.

Lasarus menegaskan salah satu indikator utama standar layanan jalan tol adalah kualitas permukaan jalan yang harus mulus dan aman bagi pengguna.

“Bagian dari standar paling minimum utama adalah mulusnya permukaan jalan. Itu bagian yang tetap penting dari SPM jalan tol,” pungkasnya.


Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Dirgahayu Pandeglang ke-152, Gong Salaka!

Rabu, 01 April 2026 | 18:04

Klaim Nadiem Dipatahkan Jaksa: Rekomendasi JPN Tak Dilaksanakan

Rabu, 01 April 2026 | 18:03

Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Macet, Legislator Golkar Koordinasi dengan APH

Rabu, 01 April 2026 | 17:40

Pariwisata Harus Serap Banyak Tenaga Kerja Lokal

Rabu, 01 April 2026 | 17:24

Harta Gibran Tembus Rp 27,9 Miliar di LHKPN 2025

Rabu, 01 April 2026 | 17:03

Purbaya Pede Defisit APBN 2026 di Bawah 3 Persen

Rabu, 01 April 2026 | 17:00

Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Sulit Dihindari

Rabu, 01 April 2026 | 16:51

Menaker Yassierli Imbau Swasta dan BUMN Terapkan WFH Sehari dalam Sepekan

Rabu, 01 April 2026 | 16:51

Selisih Harga BBM Nonsubsidi Ditanggung Pertamina

Rabu, 01 April 2026 | 16:44

Selengkapnya