Berita

Ilustrasi. (Foto: Dokumentasi RMOL)

Nusantara

WFA Diharapkan Urai Kepadatan Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026

RABU, 11 MARET 2026 | 16:17 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Kebijakan Work From Anywhere (WFA) diharapkan dapat membantu mengurai kepadatan arus mudik dan arus balik Lebaran 2026.

Demikian disampaikan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 11 Maret 2026.

Menurut Dudy, perayaan Idulfitri tahun 2026 berdekatan dengan perayaan Hari Raya Nyepi. Karena itu, pemerintah mendorong masyarakat memulai perjalanan mudik lebih awal.


“Hari Raya Idul Fitri 2026 akan jatuh berdekatan dengan Hari Raya Nyepi. Dengan diterapkannya Work From Anywhere (WFA) pada tanggal 16, 17 Maret pada masa arus mudik, masyarakat diharapkan dapat berangkat lebih awal dimulai dari H-8 yaitu Jumat tanggal 13 Maret 2026,” ujar Dudy.

Ia menambahkan, untuk masa arus balik pemerintah juga menerapkan kebijakan WFA pada 25, 26, dan 27 Maret agar pergerakan masyarakat tidak menumpuk pada satu waktu.

“Adapun untuk masa arus balik, dengan penerapan Work From Anywhere pada tanggal 25, 26, dan 27 Maret diharapkan mampu mengurai kepadatan pergerakan kembali,” jelasnya.

Selain itu, Kementerian Perhubungan juga akan mengoperasikan Posko Angkutan Lebaran mulai 13 hingga 30 Maret 2026 atau selama 18 hari guna memastikan kelancaran mobilitas masyarakat selama periode mudik.

“Pelaksanaan Posko Angkutan Lebaran akan dimulai pada hari Jumat tanggal 13 Maret hingga 30 Maret 2026 dan berlangsung selama 18 hari,” pungkas Dudy.

Data pemerintah menunjukkan kebijakan WFA pada 16 dan 17 Maret diharapkan dapat melandaikan puncak arus mudik yang diprediksi terjadi pada H-3 atau Rabu, 18 Maret 2026.

Sementara untuk arus balik, penerapan WFA pada 25, 26, dan 27 Maret diharapkan dapat mencegah penumpukan pergerakan masyarakat yang diperkirakan terjadi pada H+4 atau Rabu, 25 Maret 2026, setelah masa cuti bersama berakhir.


Populer

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Pengacara Blueray Cargo Ragu Amplop Suap Kode 1 Diterima Dirjen Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 | 23:19

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

UPDATE

PT DSI Fokus Genjot Ekspor 3 Komoditas Ini

Minggu, 31 Mei 2026 | 17:53

Kasus Abu Janda jadi Ujian Polri, Akankah Pilih Kasih?

Minggu, 31 Mei 2026 | 17:32

Nahdliyin DIY Soroti Konflik PBNU dan Arah Organisasi

Minggu, 31 Mei 2026 | 17:10

Prabowo Dijadwalkan Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila Besok

Minggu, 31 Mei 2026 | 17:01

Kedekatan Prabowo dengan Tiga Pemimpin Adidaya Untungkan Indonesia

Minggu, 31 Mei 2026 | 16:43

Kamboja Bebaskan Denda Overstay 5.950 WNI Terjerat Kasus Online Scam

Minggu, 31 Mei 2026 | 16:24

Rekam Jejak Ryamizard Ryacudu: Dari Titisan Darah Militer hingga Kursi Eksekutif

Minggu, 31 Mei 2026 | 16:05

Meski Disidangkan, Kasus LCC Empat Pilar Perlu Pertimbangkan Jalan Damai

Minggu, 31 Mei 2026 | 15:44

Program Bioflok Presiden Prabowo di Karawang Sukses Panen Raya 1,2 Ton Ikan Nila

Minggu, 31 Mei 2026 | 15:34

Warisan Bung Tomo: Lawan Pemimpin yang Tak Berpihak pada Rakyat Kecil!

Minggu, 31 Mei 2026 | 15:26

Selengkapnya