Berita

Anggota Komisi XII DPR RI, Syarif Fasha. (Foto: Humas Nasdem)

Politik

Peningkatan Kapasitas Kilang untuk Kurangi Impor BBM

RABU, 11 MARET 2026 | 14:20 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Upaya mengurangi ketergantungan impor energi masih menjadi tantangan bagi Indonesia. Produksi minyak nasional saat ini masih jauh di bawah kebutuhan konsumsi dalam negeri sehingga impor BBM masih sulit dihindari.

Produksi minyak mentah Indonesia saat ini berada di kisaran 600 ribu barel per hari, sementara kebutuhan nasional mencapai sekitar 1,6 juta barel per hari. 

Menurut Anggota Komisi XII DPR RI, Syarif Fasha, selisih kebutuhan tersebut membuat Indonesia masih harus mengandalkan impor BBM untuk memenuhi kebutuhan domestik.


“Dengan produksi minyak kita sekitar 600 ribu barel per hari dan kebutuhan mencapai 1,6 juta barel, maka kekurangannya memang masih harus dipenuhi melalui impor BBM,” ujar Fasha di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 11 Maret 2026.

Legislator Partai NasDem itu menambahkan, selama ini impor BBM Indonesia berasal dari berbagai negara, mulai dari kawasan Timur Tengah hingga negara-negara di Asia Timur dan Amerika. 

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa ketergantungan impor masih menjadi tantangan dalam menjaga ketahanan energi nasional.

Meski demikian, ia menilai pemerintah tetap dapat menekan ketergantungan tersebut melalui percepatan pemanfaatan energi alternatif, termasuk mendorong penggunaan kendaraan listrik secara lebih luas di masyarakat.

“Pemanfaatan energi listrik, termasuk kendaraan listrik, bisa menjadi salah satu jalan untuk mengurangi ketergantungan terhadap BBM,” kata Fasha.

Selain itu, Fasha juga menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas kilang minyak di dalam negeri agar Indonesia mampu mengolah minyak mentah menjadi BBM dalam jumlah yang lebih besar.

“Jika kapasitas kilang dalam negeri terus ditingkatkan, kita bisa mengolah lebih banyak minyak di dalam negeri sehingga impor BBM dapat ditekan secara bertahap,” pungkasnya. 

Populer

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Peluang Emas Kuliah Gratis Pendaftaran Beasiswa Unggulan 2026 Resmi Dibuka

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:21

Di Posko Pengungsian, Gibran Pastikan Kebutuhan Anak-Anak Terpenuhi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:21

Prioritaskan Guru PPPK Wilayah 3T Jadi PNS

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:19

Utang AS Terus Membengkak, Tekanan Fiskal Makin Besar

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:16

Jangan Sampai Utang Gerogoti Ruang Fiskal

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:07

Purbaya Siapkan Rp31 Triliun untuk Pengalihan PPPK ke Pusat

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:05

Emas “di Bawah Bantal” Warga RI Capai 1.800 Ton, Nilainya Diprediksi Tembus Rp4.400 Triliun

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:01

Tak Benar Febrie Minta Emas 74 Kg hingga Uang Dikembalikan

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:45

Pemerintah Raup Rp34 Triliun dari Lelang SUN

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:41

Iran Siapkan Serangan Balasan hingga Eropa Jika AS Perluas Perang

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:41

Selengkapnya