Berita

Ayatollah Mojtaba Hosseini Khamenei (Foto: X)

Publika

Iran Menolak Tunduk kepada Trump

RABU, 11 MARET 2026 | 01:09 WIB

IRAN belum akan mau, atau mungkin tak akan pernah mau, tunduk kepada Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Apa yang diinginkan Trump, maka Iran menginginkan hal yang sebaliknya. 

Jangan pilih Ayatollah Seyed Mojtaba kata Trump, itulah yang dipilih Iran dengan gagah berani sebagai pengganti Ayatullah Ali Khamenei, yang merupakan orang tua dari Mojtaba Khamenei.

Lahir di Mashhad, 8 September 1969, sejak kecil dibimbing langsung oleh ayahnya Ali Khamenei dan belajar di bawah bimbingan ulama di Qom, Iran, hingga akhirnya mengajar pula di situ. 


Saat ini berarti, usia Mojtaba 57 tahun September ini. Suatu usia yang tak terlalu muda dan tak pula terlalu tua. Usia yang sangat matang memimpin sebuah negara.

Selain mengajar di Qom, termasuk kursus tingkat lanjut yang biasanya hanya diperuntukkan bagi ulama Syi'ah yang paling terkemuka, Mojtaba juga bergabung dengan IRGC dan bertugas pada akhir Perang Iran-Irak (1980-1988). 

Makanya, ia punya hubungan yang kuat tidak saja dengan ulama, tapi juga dengan IRGC, yang terkemuka di Iran. Ia pintu gerbang menuju ayahnya.

Gaya-gayaan Trump ingin dimintai persetujuan siapa yang akan memimpin Iran, itulah yang ditentang oleh para pemimpin Iran, setelah kepergian Ayatullah Ali Khamenei. 

Trump mengancam pemimpin yang tak mendapat persetujuannya, tak akan bertahan lama. 

Tapi Iran bergeming. Kata-kata itu hendak dihadang dan dibuktikan oleh para pemimpin Iran.

Tak terbayang geramnya Mojtaba terhadap Trump. Jangankan bertemu, membayangkan wajah Trump saja mungkin ia tak sanggup. 

Ayah, istri, anak, dan saudaranya tewas di tangan Trump atas perintah penyerangan Sabtu siang, 28 Februari itu. 

Di tangan Mojtaba, mustahil tercapai kesepakatan genjatan senjata, kecuali AS dan Israel pulang ke negaranya.

Andai saja, jarak AS dengan Iran persis seperti jaraknya Israel. Maka bisa jadi setiap saat Trump akan disasar seperti Iran menyasar Netanyahu. 

Kabarnya, bunker Netanyahu tidak lagi berada di bawah tanah, melainkan di udara. Ia setiap saat berkeliling di udara, untuk menghindari rudal hipersonik Iran. 

Target lima pekan Trump, masih tersisa tiga pekan lagi. Tapi, terpilihnya Mojtaba, perang seperti dimulai dari awal lagi.

Erizal
Direktur ABC Riset & Consulting

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

UPDATE

Menag Sampaikan Salam Presiden Prabowo kepada Peserta Zikir dan Doa Kebangsaan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 20:09

Jelang Zikir dan Doa Kebangsaan, Puluhan Ribu Umat Mulai Padati Kawasan Monas

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 19:48

Poros Tengah NU: Jalan Pemersatu, Menjaga Marwah, dan Kedaulatan Jam’iyah

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 18:50

Tim 9 Geledah Rumah Febrie Adriansyah di Kebayoran Baru

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 17:47

Tak Sekadar Bendungan, Menteri Dody Punya Rencana Matang Tangkal Kekeringan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 17:23

Azis Husaini Resmi Menjadi Nahkoda Baru RMOL.ID, Media Ekonomi dan Politik

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 16:43

Brigade Pangan KAMMI Bersambut Sambas Dukung PM-AAS

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 16:29

Warga Kupang: Terima Kasih Pak Jokowi!

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 15:49

Korupsi Masih jadi Tantangan Terbesar Demokrasi Indonesia

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 15:07

Garuda Indonesia Pertahankan Kendali GMF di Tengah Kuasi Reorganisasi

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 14:56

Selengkapnya