Berita

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: RMOL/Alifia Dwi)

Bisnis

Seleksi Bos OJK Dipercepat Gegara Ada Gejolak Pasar

SELASA, 10 MARET 2026 | 20:38 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Pemerintah mempercepat proses pemilihan serta uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) calon komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membenarkan percepatan tersebut. Ia menegaskan langkah itu bukan karena sudah ada kandidat tertentu yang disiapkan, melainkan untuk merespons kondisi pasar yang sedang bergejolak.

"Enggak ada calon. Jadi, itu nanti kan masih bertingkat ke presiden, dari presiden ke sana. Jadi enggak ada calon," kata Purbaya saat ditemui di Kementerian Keuangan, Jakarta pada Selasa, 10 Maret 2026.


Menurutnya, dinamika global seperti konflik geopolitik dan lonjakan harga minyak dunia telah memicu gejolak di pasar keuangan. Situasi ini dinilai membutuhkan kepemimpinan definitif di OJK agar respons kebijakan bisa dilakukan lebih cepat.

"Dipercepat karena, kan, karena ada guncang. Jadi gejolak pasar, gejolak perang, pengaruhi pasar, pengaruhi harga minyak. Memerlukan lebih cepat lagi orang yang definitif di OJK. Gitu saja," jelasnya.

Meski jadwal dipercepat, Purbaya memastikan proses uji kelayakan tetap dilakukan secara serius dan tidak mengurangi kualitas seleksi.

Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun sebelumnya mengungkapkan pihaknya akan menggelar fit and proper test terhadap 10 calon komisioner OJK pada Rabu 11 Maret 2026.

“Ada sepuluh nama yang dikirimkan kepada kita dan itu nanti untuk periode lima tahun sesuai dengan surpres (surat presiden) yang disampaikan kepada pimpinan DPR,” ujar Misbakhun.

Sepuluh nama yang akan mengikuti uji kelayakan tersebut antara lain yaitu Friderica Widyasari Dewi, Agus Sugiarto, Hernawan Bekti Sasongko, Ary Zulfikar, Hasan Fawzi, Darmansyah, Dicky Kartikoyono, Danu Febrianto, Adi Budiarso, dan Anton Daryono.

“Untuk seluruh peserta yang sepuluh orang itu akan dilakukan fit and proper test mulai dari pagi sampai malam,” jelasnya.

Setelah proses tersebut rampung, Komisi XI akan menyerahkan nama-nama yang dinilai layak kepada pimpinan DPR untuk dibawa ke rapat paripurna pada Kamis 12 Maret 2026.

Untuk diketahui, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat anjlok 6,28 persen dalam sepekan terakhir, di tengah konflik geopolitik yang terjadi di Timur Tengah, terutama sejak Amerika Serikat (AS) dan Israel meluncurkan serangan ke Iran. Sementara itu, secara bulanan Indeks telah turun 6,23 persen.


Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Boyamin Sebut Ada Dua Brankas Kosong di Rumah Febrie, Ini Respons Kejagung

Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:14

UPDATE

DPR Khawatir Pekerjaan Debt Collector jadi Ilegal, Ini Sebabnya

Minggu, 23 Agustus 2026 | 01:43

Keripik Pisang Lokal Besutan Rumah BUMN BRI Tembus Malaysia dan Hong Kong

Minggu, 23 Agustus 2026 | 01:19

Menlu China Mesra dengan Luhut, Sejumlah Tawaran Kerja Sama Mengalir

Minggu, 23 Agustus 2026 | 00:54

Program Gerakan “Warga Peduli Warga” Jaringan Aktivis 98 Berlanjut di Lampung

Minggu, 23 Agustus 2026 | 00:28

Sejumlah Elemen Mahasiswa Ogah Ikut Demo AMPB 27 Agustus, Ini Sebabnya

Minggu, 23 Agustus 2026 | 00:10

Ribuan Warga Meriahkan Panggung Rakyat Merdeka PANsar Murah di Kendal

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:50

BRI Raih Tiga Penghargaan Bergengsi Alpha Southeast Asia 2026

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:28

DPR Tekankan Penguatan Pengendalian Lingkungan untuk Hentikan Karhutla

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:58

YLBHI Dorong Bareskrim Usut Perwira Diduga Terlibat Penipuan Investasi Tambang Emas

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:14

Pikat Pembeli dari Singapura hingga Belanda, Produk UMKM Asal Sumut Berdaya Bersama BRI

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:55

Selengkapnya