Berita

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: YouTube Kemenkeu)

Bisnis

Purbaya Akui Kesulitan Jaga Image Pajak Hingga Bea Cukai

SELASA, 10 MARET 2026 | 17:22 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengakui kesulitan menjaga citra institusi di lingkungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu), khususnya Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).

Hal itu menyusul sejumlah kasus yang menyeret oknum pegawai DJP dan DJBC yang ditangani aparat penegak hukum. Purbaya menilai berbagai kasus tersebut membuat integritas lembaga sering dipertanyakan publik.

"Akhir-akhir ini integritas kita sering ditanyakan banyak orang. Kalau Anda lihat saja, di Bea Cukai ada yang ditangkap baru-baru ini, pajak juga ada yang terlibat, macam-macam, sehingga ditahan juga. Jadi saya minta ketika ngomong integritas, bukan integritas di atas kertas, tapi betul-betul jalankan dengan benar. Saya kesulitan menjaga image kita di luar, karena sebentar-bentar pasti ada orang bilang, pajak begini, Bea Cukai begini," ujar Purbaya saat melantik 1.585 pejabat Kemenkeu di Jakarta pada Selasa, 10 Maret 2026.


Menurutnya, sebagian besar pegawai Kemenkeu bekerja dengan baik. Namun ulah segelintir oknum membuat citra institusi tercoreng.

"Itu yang dimata mereka ya. Jadi, padahal saya tahu sebagian besar orang ini baik-baik, tapi karena satu-dua nila setitik berantakan semua image integritas kita. Jadi, teman-teman semua jangan main-main ke depan," tegasnya.

Ia menegaskan, ke depan pihaknya akan menindak tegas pejabat Kemenkeu yang main-main, sebelum ditindak oleh aparat hukum.

"Sekarang kita sama dengan lembaga yang lain. Kalau ada yang bersalah, dia akan dieksekusi. Harusnya sih, kalau Pak Irjen kerja dengan baik, enggak ada tuh eksekusi dari pihak luar," katanya.

Karena itu, Purbaya meminta Inspektorat Jenderal Kemenkeu bekerja lebih keras dalam mengawasi dan mendeteksi potensi pelanggaran di internal.

"Saya ke depan minta ke Pak Irjen untuk bekerja lebih keras, supaya kita menemui kesalahan kita duluan dibanding orang di luar, sehingga enggak ada orang luar yang ngacak-ngacak Kementerian Keuangan lagi," lanjutnya.

Purbaya menegaskan, setiap pelanggaran yang ditemukan harus ditindak tegas sesuai aturan demi menjaga integritas dan kepercayaan publik terhadap Kementerian Keuangan.

"Jadi saya enggak mau orang kita pajak, bea cukai, pegawai-pegawai yang lain itu diperiksa, digrebek kejaksaan, KPK, atau polisi duluan. Kalau ada kesalahan, harusnya tim kita dari Pak Irjen yang mengetahui duluan dan kita lakukan tindakan sesuai dengan peraturan keras, sekeras-kerasnya kalau perlu," tandasnya.


Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Tak Hanya Mobil Listrik, Hybrid Juga Diusulkan Bebas Ganjil-Genap

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:31

Kabinet Watch Penting untuk Ruang Dialog Menteri dan Kelompok Kritis

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:25

Dumai Transshipment Hub: Ujian Geopolitik Maritim Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:17

Laba Emiten Naik 15 Persen, Danantara Minta Investor Tak Terpaku Sentimen Pasar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:16

Apple Siap Gelar Acara Pro and Tell Akhir Oktober 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:09

12.000 Lowongan Kerja Dibuka di Jakarta untuk Semua Kalangan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:08

BAZNAS dan Ruang Amal Indonesia Antarkan 47 Mustahik ke Dunia Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:06

KPK Bakal Secepatnya Kembali Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:48

Wacana Dumai Transshipment Hub Perlu Dukungan, Pelindo Harus Lebih Bertaring di Selat Malaka

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:47

Terancam Turun Kelas, Danantara Akui Sentimen MSCI Tak Bisa Dianggap Enteng

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:33

Selengkapnya