Berita

Kepala BAPPISUS Aries Marsudianto (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)

Politik

Rupiah Melemah ke Rp17 Ribu, Pemerintah Minta Publik Tak Khawatir

SELASA, 10 MARET 2026 | 15:44 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Pemerintah memastikan kondisi ekonomi nasional tetap terkendali meski nilai tukar rupiah sempat menyentuh level Rp17 ribu per dolar AS di tengah gejolak geopolitik global.

Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (BAPPISUS) Aries Marsudiyanto menegaskan pemerintah telah menghitung berbagai potensi dampak dari kenaikan harga minyak dunia dan pelemahan rupiah tersebut.

“Oke, semuanya sudah dihitung ya. Pada prinsipnya ekonomi Indonesia kuat, nggak usah khawatir ya. Dengan adanya gejolak-gejolak  perang antara Amerika, Israel, Iran itu,"  ujar Aries saat tiba di halaman Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa, 14 Maret 2026.


Ia menambahkan bahwa pemerintah telah mengantisipasi berbagai kemungkinan yang muncul dari dinamika global tersebut melalui koordinasi lintas kementerian.

“Udah, udah diantisipasi ya. Dengan seluruh kementerian terkait. Kemarin Pak Presiden juga udah mengumpulkan semua. Kita meeting all-out setiap saat untuk bangsa dan negara,” kata Aries.

Menanggapi kekhawatiran masyarakat terkait kemungkinan kenaikan harga BBM subsidi, Aries memastikan pemerintah tidak memiliki rencana untuk menaikkan harga bahan bakar.

“Nggak kan kemarin udah disampaikan sama Pak Bahlil ya.
Tidak ada kenaikan harga BBM ya. Ya moga-moga perangnya cepat selesai lah,” ucapnya.

Menurut Aries, pemerintah terus melakukan perhitungan dan kalkulasi menyeluruh terhadap berbagai sektor strategis guna menjaga stabilitas ekonomi nasional.

“Ya antisipasinya semuanya kita hitung, dikalkulasi. Semuanya dengan yang terkait. Ya Pak Presiden sudah mengerti lah hal-hal tersebut yang dilakukan. Jadi prinsipnya aman lah semuanya ya. Pangan, BBM, energi,” pungkasnya.

Populer

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

Pengacara Blueray Cargo Ragu Amplop Suap Kode 1 Diterima Dirjen Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 | 23:19

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

UPDATE

PT DSI Fokus Genjot Ekspor 3 Komoditas Ini

Minggu, 31 Mei 2026 | 17:53

Kasus Abu Janda jadi Ujian Polri, Akankah Pilih Kasih?

Minggu, 31 Mei 2026 | 17:32

Nahdliyin DIY Soroti Konflik PBNU dan Arah Organisasi

Minggu, 31 Mei 2026 | 17:10

Prabowo Dijadwalkan Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila Besok

Minggu, 31 Mei 2026 | 17:01

Kedekatan Prabowo dengan Tiga Pemimpin Adidaya Untungkan Indonesia

Minggu, 31 Mei 2026 | 16:43

Kamboja Bebaskan Denda Overstay 5.950 WNI Terjerat Kasus Online Scam

Minggu, 31 Mei 2026 | 16:24

Rekam Jejak Ryamizard Ryacudu: Dari Titisan Darah Militer hingga Kursi Eksekutif

Minggu, 31 Mei 2026 | 16:05

Meski Disidangkan, Kasus LCC Empat Pilar Perlu Pertimbangkan Jalan Damai

Minggu, 31 Mei 2026 | 15:44

Program Bioflok Presiden Prabowo di Karawang Sukses Panen Raya 1,2 Ton Ikan Nila

Minggu, 31 Mei 2026 | 15:34

Warisan Bung Tomo: Lawan Pemimpin yang Tak Berpihak pada Rakyat Kecil!

Minggu, 31 Mei 2026 | 15:26

Selengkapnya