CEO Danantara Indonesia, Rosan P. Roeslani. (Foto: RMOL/Alifia Dwi)
Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) akan menggelontorkan pendanaan hingga Rp16 triliun untuk pembangunan rumah susun (rusun) subsidi di kawasan Meikarta, Cikarang Selatan, Bekasi, Jawa Barat.
CEO Danantara Indonesia, Rosan P. Roeslani, mengatakan pendanaan tersebut disiapkan untuk mempercepat penyediaan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
“Peran Danantara pertama dari segi pembiayaan kita akan mensupport penuh karena kalau kita lihat ini juga proyek yang sangat baik dan kalau dibilang ini supply and demand-nya sangat banyak ya,” ujar Rosan dalam groundbreaking proyek tersebut, dikutip Selasa, 10 Maret 2026.
Proyek hunian tersebut akan dibangun di atas lahan seluas sekitar 12,8 hektare. Di kawasan itu direncanakan berdiri 18 tower rumah susun dengan ketinggian sekitar 32 lantai di setiap tower.
Rosan memperkirakan total kebutuhan dana untuk pembangunan proyek tersebut berada pada kisaran Rp14 triliun hingga Rp16 triliun.
“Nilai pembangunannya rencana dari 12,8 hektare ini, kita akan bangun totalnya menjadi 18 tower itu perhitungannya kalau ini jadi dengan 32 lantai kurang lebih ya itu antara range-nya antara Rp14 sampai Rp16 triliun,” katanya.
Dalam pengerjaannya, Danantara akan menggandeng sejumlah pihak, termasuk badan usaha milik negara (BUMN) karya serta kontraktor swasta, untuk memastikan proyek berjalan sesuai rencana.
“Jadi pertama dari pembiayaannya kita akan dukung secara full dan juga kami kan ada BUMN-BUMN karya yang kita bisa bekerjasama juga di dalam proyek ini tentunya bersama-sama dengan kontraktor swasta lainnya kita akan berkolaborasi jadi itu peran Danantara dalam proyek ini,” jelasnya.
Pengembangan hunian di Meikarta ini memanfaatkan tiga bidang lahan dengan total luas sekitar 30 hektare dari hibah yang diberikan Lippo Group di Kawasan Meikarta, Cikarang Kabupaten Bekasi Jawa Barat.
“Lippo Group telah memberikan tanah seluas 30 hektare kepada pemerintah, kepada kami Danantara untuk bisa dibangun sebagai tempat tinggal masyarakat berpenghasilan rendah," tambah Rosan.
Pada tahap awal, pemerintah akan memanfaatkan sekitar 10 hektare untuk membangun 18 tower rusun setinggi 32 lantai.
Setiap tower diproyeksikan memiliki sekitar 2.300 unit hunian. Pada fase awal, proyek ini diperkirakan dapat menyediakan sekitar 47.000 unit rusun subsidi, sementara target keseluruhan pembangunan mencapai 141.000 unit.
Setelah proses peletakan batu pertama, proyek akan memasuki tahap pembangunan struktur atas (upper structure) yang dijadwalkan mulai 17 Agustus 2026. Adapun serah terima kunci kepada penghuni ditargetkan berlangsung pada 8 Agustus 2028.