Berita

Anggota Komisi II DPR RI, Mardani Ali Sera. (Foto: Istimewa)

Politik

Tekanan Ekonomi Makin Berat, Mardani Semangati Menkeu Purbaya

SELASA, 10 MARET 2026 | 14:27 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Anggota Komisi II DPR RI, Mardani Ali Sera, menyoroti tekanan ekonomi global yang dinilai semakin berat di tengah memanasnya konflik di Timur Tengah.

Ketegangan geopolitik tersebut dikhawatirkan berdampak langsung terhadap stabilitas ekonomi, termasuk lonjakan harga energi dunia.

Menurut Mardani, salah satu indikator yang perlu diwaspadai adalah kenaikan harga minyak mentah dunia yang sudah menembus di atas 100 dolar AS per barel. Kondisi ini berpotensi memberikan tekanan tambahan terhadap perekonomian nasional dan fiskal negara.


“Tekanan pada ekonomi kian berat. Harga minyak sudah di atas USD 100 per barrel. Lembaga rating juga banyak memberi catatan negatif,” ujar Mardani lewat akun X miliknya, Selasa, 10 Maret 2026.

Ia berharap pemerintah mampu mengelola tekanan ekonomi global tersebut dengan kebijakan fiskal yang tepat, terutama dengan menempatkan kepentingan rakyat sebagai prioritas utama dalam pengelolaan anggaran negara.

Menurutnya, perhatian pemerintah harus difokuskan pada kelompok masyarakat yang paling rentan terhadap gejolak ekonomi, seperti rakyat kecil, petani, pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), hingga para pengemudi ojek online.

“Semoga pemerintah tangguh dan mampu mengatur beban keuangan negara dengan prioritas pada rakyat, khususnya rakyat kecil, petani, UMKM, driver ojol hingga pejuang keluarga kelas menengah,” katanya.

Mardani juga mengingatkan agar alokasi anggaran negara diarahkan pada kebutuhan dasar masyarakat agar dampak gejolak ekonomi global tidak semakin memberatkan kehidupan rakyat.

Politikus Partai Keadilan Sejahtera itu pun menyampaikan dukungan moral kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa agar tetap kuat menghadapi tantangan fiskal di tengah situasi global yang tidak menentu.

“Atur anggaran untuk kepentingan asasi masyarakat. Semangat Pak Purbaya,” pungkasnya.


Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

UPDATE

Gugurnya Prajurit Jadi Panggilan Indonesia Tak Lagi Jadi Pemain Cadangan

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:20

Aktivis KontraS Ungkap Kondisi Terkini Andrie Yunus di RSCM

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:19

Trump Ngotot akan Tetap Hancurkan Listrik dan Semua Pabrik di Iran

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:17

KPK Kembangkan Kasus Suap Importasi

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:09

Pertamina Bantah Kabar Harga Pertamax Tembus Rp17 Ribu per Liter

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:02

Siang Ini Jakarta Diprediksi Kembali Hujan Ringan

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:00

Tiga Prajurit RI Gugur di Lebanon, Menlu Desak DK PBB Rapat Darurat

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:45

Transparansi Terancam: 37 Ribu Pejabat Belum Serahkan LHKPN

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:40

Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Dilimpahkan ke Puspom TNI

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:27

Gibran Didorong Segera Berkantor di IKN Agar Tak Mubazir

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:18

Selengkapnya