Berita

Menkes Budi Gunadi Sadikin (Foto: Bakom RI)

Kesehatan

Kemenkes Temukan Hampir 10 Persen Anak Indonesia Alami Cemas dan Depresi

SELASA, 10 MARET 2026 | 12:55 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) periode 2025-2026 menemukan indikasi persoalan kesehatan jiwa pada hampir 10 persen anak di Indonesia. 

Menurut laporan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, dari sekitar 7 juta anak yang telah menjalani pemeriksaan, terdeteksi gejala kecemasan dan depresi dalam jumlah yang cukup signifikan.

Budi mengungkapkan, sebanyak 4,4 persen atau sekitar 338 ribu anak menunjukkan gejala cemas (anxiety disorder). Sementara itu, 4,8 persen atau sekitar 363 ribu anak lainnya memperlihatkan gejala depresi (depression disorder).


“Ini menunjukkan masalah kesehatan jiwa itu besar sekali,” ujar Budi dalam sebuah pernyataan di Jakarta, seperti dikutip Selasa, 10 Maret 2026.

Menurutnya, persoalan kesehatan mental pada anak tidak boleh dipandang sepele karena berpotensi berujung pada tindakan ekstrem, termasuk bunuh diri. 

Berdasarkan data Global School-Based Student Health Survey, persentase anak yang mencoba bunuh diri mengalami peningkatan, dari 3,9 persen pada 2015 menjadi 10,7 persen pada 2023.

Budi menjelaskan bahwa gangguan kesehatan jiwa pada anak tidak hanya dipengaruhi oleh faktor individu, tetapi juga kondisi lingkungan sekitar seperti keluarga, pertemanan, hingga sistem pendidikan.

“Yang perlu diperbaiki bukan hanya anaknya, tetapi juga pola asuh keluarga serta lingkungan belajar. Kita perlu mensosialisasikan life skill dan Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis (P3LP). Semua orang pasti menghadapi tekanan, namun yang terpenting adalah bagaimana meresponsnya dengan baik,” paparnya.

Menindaklanjuti temuan tersebut, pemerintah menargetkan perluasan skrining CKG hingga menjangkau 25 juta anak. 

Hasil pemeriksaan akan ditindaklanjuti oleh Puskesmas, sekaligus diperkuat melalui kolaborasi lintas kementerian dan lembaga guna membangun sistem penanganan kesehatan jiwa anak yang terintegrasi dari pencegahan hingga pengobatan.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

Sidang 6 Agustus Bukan Kemenangan yang Dianulir

Jumat, 31 Juli 2026 | 04:05

Jakarta Libatkan Kawasan Aglomerasi dalam Lestarikan Budaya Betawi

Jumat, 31 Juli 2026 | 04:01

Pengurangan Timbulan Sampah Plastik Bisa Dimulai dari Pasar Tradisional

Jumat, 31 Juli 2026 | 03:44

Timnas Garuda Bidik Tiga Poin dari Timor Leste

Jumat, 31 Juli 2026 | 03:17

Hariman hingga Bursah Zarnubi Ramaikan Peluncuran Enam Buku Isti Nugroho

Jumat, 31 Juli 2026 | 03:00

Wakapolri-Wamenhut Konsolidasi Hadapi El Nino dan Karhutla

Jumat, 31 Juli 2026 | 02:23

Pembunuh Perempuan di Kamar Kos di Grogol Petamburan Dibekuk

Jumat, 31 Juli 2026 | 02:13

Fahira Idris Sodorkan Tujuh Rekomendasi Bangun Jakarta

Jumat, 31 Juli 2026 | 02:02

Kawasan Transmigrasi Harus Punya Daya Tarik Investasi

Jumat, 31 Juli 2026 | 01:39

Peluncuran Enam Buku

Jumat, 31 Juli 2026 | 01:28

Selengkapnya