Berita

Ilustrasi (RMOL via Gemini AI)

Bisnis

Dolar AS Melaju saat Harga Emas Layu, Indeks DXY Dekati Level Puncak

SELASA, 10 MARET 2026 | 09:14 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Mata uang Dolar Amerika Serikat (AS) di pasat uang New York bergerak menguat tajam pada perdagangan Senin 9 Maret 2026 Waktu setempat. Hal ini didorong oleh lonjakan harga minyak mentah dunia yang mendekati 120 Dolar AS per barel. 

Situasi ini memicu aksi buru aset likuid oleh para investor yang khawatir akan gangguan pasokan energi global akibat konflik di Timur Tengah.

Penguatan ini membuat Indeks Dolar (DXY), yang mengukur kekuatan Greenback terhadap enam mata uang utama dunia, merangkak naik. Dominasi Dolar ini secara langsung menekan harga komoditas global, termasuk emas, karena membuat biaya pembelian menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.


Permintaan aset aman (safe haven) melonjak. Ketegangan militer di Iran dan Lebanon, termasuk penutupan jalur strategis Selat Hormuz, memaksa investor mengalihkan dana mereka ke Dolar AS yang dianggap lebih stabil.

Kekhawatiran inflasi akibat mahalnya harga energi memperkuat spekulasi bahwa Federal Reserve (The Fed) akan mempertahankan suku bunga tinggi dalam pertemuan 17-18 Maret mendatang.

Pasar kini menunggu rilis data Consumer Price Index (CPI) pada Rabu dan Personal Consumption Expenditures (PCE) pada Jumat pekan ini. Jika inflasi AS melonjak, Dolar berpotensi semakin melesat.

Keperkasaan Dolar AS ini menjadi faktor utama yang menyeret harga emas spot turun 1,5 persen ke level 5.091,62 Dolar AS per ons. Selama inflasi tetap tinggi dan risiko geopolitik meningkat, indeks DXY diprediksi akan tetap berada dalam tren penguatan.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

Kopilot Malaysia Ngaku Diupah Rp220 Juta Selundupkan 26 Kg Ekstasi ke Jakarta

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 00:20

Merdeka dalam Keserakahan: Ilusi Kemerdekaan di Usia 81 Tahun

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 00:02

Polda Metro Masih Selidiki Dugaan Pencabulan oleh Oknum Pendeta

Jumat, 31 Juli 2026 | 23:52

Loyalis Anies Dicecar KPK soal Jual Beli Properti di Kasus TPPU Rita Widyasari

Jumat, 31 Juli 2026 | 23:25

Begini Respons Deddy Sitorus Usai Dilaporkan KWP ke MKD

Jumat, 31 Juli 2026 | 23:02

Warga Tuban Terdampak Debu Pabrik, Semen Indonesia Mangkir Dipanggil DPRD

Jumat, 31 Juli 2026 | 22:11

Terjang Ombak, Dedikasi Mantri BRI Buka Jalan Akses Finansial Pulau Seram

Jumat, 31 Juli 2026 | 22:02

Bea Cukai Ciduk Kopilot Kurir Narkoba, Duit Negara Rp207,9 Miliar Selamat

Jumat, 31 Juli 2026 | 21:41

Transformasi Danantara Dongkrak Pendapatan Telkom hingga Tembus Rp75,9 Triliun

Jumat, 31 Juli 2026 | 21:22

Polda Metro Jaya Cokok 728 Tersangka Curanmor

Jumat, 31 Juli 2026 | 21:06

Selengkapnya