Berita

Ilustrasi (RMOL via Gemini AI)

Bisnis

Harga Minyak Dunia Turun Tajam Usai Pernyataan Trump

SELASA, 10 MARET 2026 | 08:51 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga minyak dunia kembali turun setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa pemerintah AS sedang mempertimbangkan untuk mengambil alih kendali atas Selat Hormuz. 

Dikutip dari Reuters, Selasa 10 Maret 2026, pada perdagangan Senin malam, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun sekitar 6,19 persen menjadi 85,27 Dolar AS per barel. Sementara minyak mentah acuan global Brent juga melemah sekitar 4,6 persen ke level 88,43 Dolar AS per barel. Penurunan ini terjadi setelah sebelumnya harga minyak sempat melonjak tajam akibat gangguan pasokan dari kawasan Teluk.

Dalam pernyataan terbaru, Trump mengatakan kepada CBS News bahwa kapal-kapal mulai kembali bergerak melalui Selat Hormuz. Ia menyebut pemerintah AS sedang mempertimbangkan untuk mengambil alihnya guna memastikan keamanan jalur pelayaran. 


Trump juga mengisyaratkan bahwa konflik yang sedang berlangsung kemungkinan tidak akan berlangsung lama.

Selain itu, presiden AS disebut sedang mempertimbangkan pelonggaran sanksi terhadap ekspor minyak Rusia. Langkah tersebut dinilai sebagai salah satu cara untuk menambah pasokan minyak global dan membantu menurunkan harga energi yang melonjak akibat perang.

Sebelumnya, harga minyak sempat menembus lebih dari 100 Dolar AS per barel, bahkan menyentuh sekitar 119 Dolar AS setelah negara-negara Teluk Arab mengurangi produksi. Pengurangan ini terjadi karena kapal tanker kesulitan melintasi Selat Hormuz akibat meningkatnya ancaman dari Iran.

Gangguan di Selat Hormuz disebut sebagai salah satu gangguan pasokan minyak terbesar dalam sejarah. Jika situasi ini berlangsung lama, analis memperkirakan harga minyak Brent bisa melonjak hingga 135 Dolar AS per barel dalam empat bulan. Bahkan jika kondisi saat ini bertahan dua bulan saja, harga diperkirakan tetap bisa melampaui 110 Dolar AS per barel.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih 2 Persen

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:33

Ekonom Sentil Menteri Prabowo: Jangan Jadi Beban Presiden!

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:21

Wall Street Tertekan Aksi Jual Saham Teknologi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:56

Lonjakan Minyak Tekan Logam Dunia: Emas Anjlok ke Level Terendah

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:45

Saham BYAN Tancap Gas, Naik 3,16 Persen ke Rp10.600

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:22

Penguatan IHSG Sinyal Kepercayaan ke Pemerintah Mulai Pulih

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:10

Pasar Eropa Merah Gara-gara Minyak

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:06

Terbuka Peluang Bangun Museum Haji Indonesia

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:58

Pujian Prabowo Jangan Jadi Obat Tidur Menteri

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:57

Pemerintah Harus Berlakukan Wajib Halal pada Oktober 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:19

Selengkapnya