Berita

Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden AS Donald Trump (Tangkapan layar RMOL dari siaran Times of India)

Dunia

Trump dan Putin Tukar Pikiran Soal Perang Iran

SELASA, 10 MARET 2026 | 08:35 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Di tengah memanasnya situasi Timur Tengah, Presiden Rusia Vladimir Putin dikabarkan telah melakukan percakapan telepon yang cukup panjang dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Ajudan Kremlin Yury Ushakov mengatakan panggilan tersebut diprakarsai oleh Trump. Ia menjelaskan bahwa percakapan kedua pemimpin berlangsung sekitar satu jam. 

Ushakov mengatakan kedua pemimpin membahas situasi di Timur Tengah serta upaya diplomatik yang melibatkan Moskow, Washington, dan Kiev untuk mencari penyelesaian konflik di Ukraina. 


"Dialog antara kedua presiden bersifat profesional, terbuka, dan konstruktif," kata Ushakov, dikutip dari RT, Selasa 10 Maret 2026.

Dalam pembicaraan itu, Trump menegaskan kembali keinginan AS agar perang antara Rusia dan Ukraina segera berakhir dan mencapai penyelesaian jangka panjang. Putin pun menyampaikan apresiasi kepada Trump atas upaya pemerintah AS dalam melakukan mediasi untuk mengakhiri konflik tersebut.

Putin juga memberi penjelasan kepada Trump mengenai perkembangan terbaru di Iran. Ia menyampaikan hasil percakapannya sebelumnya dengan para pemimpin negara-negara Teluk serta Presiden Iran Masoud Pezeshkian. Trump kemudian menyampaikan pandangannya mengenai situasi tersebut, dan keduanya melakukan diskusi yang disebut sangat substantif.

Usai pembicaraan itu, Trump menggambarkan percakapan dengan Putin sebagai “panggilan yang sangat baik.” Dalam konferensi pers pada Senin, ia mengatakan bahwa mereka membahas perang di Iran serta konflik berkepanjangan di Ukraina yang ia sebut sebagai “pertempuran tanpa akhir.”

Pada hari yang sama, Putin juga memperingatkan bahwa konflik yang terus berlanjut di Timur Tengah berpotensi mengganggu pasokan energi dunia. Menurutnya, situasi tersebut bisa semakin buruk jika jalur pelayaran utama seperti Selat Hormuz terganggu, karena wilayah itu menjadi rute penting pengiriman minyak dan gas global.

Belakangan Trump memberi sinyal bahwa perang antara AS dan Israel melawan Iran kemungkinan mendekati akhir.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya