Berita

Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta Fahira Idris. (Foto: Istimewa)

Politik

Fahira Idris:

Seret ke Pengadilan Pelaku Pengeboman Ratusan Anak Perempuan di Iran

SELASA, 10 MARET 2026 | 05:39 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta Fahira Idris menyoroti ratusan anak perempuan yang tewas dalam pengeboman sekolah dasar putri di Minab, Provinsi Hormozgan, Iran, pada 28 Februari 2026.

Menurutnya tragedi tersebut merupakan luka besar bagi kemanusiaan dan tidak boleh berhenti pada kecaman moral semata. 

Fahira menegaskan, dunia harus memastikan adanya proses hukum yang transparan dan akuntabel agar pelaku serangan dihadapkan ke pengadilan internasional jika terbukti melakukan pelanggaran hukum humaniter.


“International Women’s Day adalah momentum global untuk memperjuangkan hak, keadilan, dan keselamatan perempuan," kata Fahira, dikutip Selasa 10 Maret 2026.

Namun di saat dunia memperingatinya, publik justru menyaksikan tragedi yang sangat memilukan ketika ratusan anak perempuan kehilangan nyawa saat sedang belajar di sekolah. 

"Dunia tidak boleh diam. Pelaku serangan harus dimintai pertanggungjawaban,” ujar Fahira.

Tragedi tersebut terjadi pada pagi hari ketika kegiatan belajar mengajar baru dimulai di sekolah dasar Shajareh Tayyebeh di kota Minab. 

Laporan berbagai pihak menyebutkan bahwa sekitar 170 siswa berada di sekolah saat serangan terjadi dan sedikitnya sekitar 165 hingga 175 orang dilaporkan tewas, mayoritas adalah anak-anak perempuan.

Fahira menekankan, sekolah merupakan institusi sipil yang secara jelas dilindungi oleh hukum humaniter internasional. Serangan terhadap sekolah tidak hanya merenggut nyawa warga sipil, tetapi juga merusak hak dasar anak untuk mendapatkan pendidikan.

“Ketika sekolah menjadi sasaran serangan, itu bukan sekadar kesalahan militer, tetapi berpotensi menjadi pelanggaran serius hukum humaniter internasional,” pungkas Fahira.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

UPDATE

PBB Harus Bertindak Usai TNI Gugur dalam Serangan Israel

Senin, 30 Maret 2026 | 16:08

Apel Perdana Pasca Lebaran, Sekjen DPD Minta Kinerja Pegawai Dipercepat

Senin, 30 Maret 2026 | 16:06

Prajurit TNI Gugur di Lebanon, DPR: Ini Menyakitkan

Senin, 30 Maret 2026 | 16:04

Penerbangan Langsung Tiongkok-Korut Kembali Dibuka Setelah Vakum Enam Tahun

Senin, 30 Maret 2026 | 16:04

Cak Imin Kritik Cara Pandang Aparat dalam Kasus Amsal Sitepu

Senin, 30 Maret 2026 | 16:01

Pemprov DKI Segera Susun Aturan Turunan PP Tunas

Senin, 30 Maret 2026 | 15:53

Lebaran Selesai, Kemenkop Gaspol Operasionalisasi Kopdes Merah Putih

Senin, 30 Maret 2026 | 15:45

Komisi II Kulik Proker hingga Renstra KPU-Bawaslu-DKPP

Senin, 30 Maret 2026 | 15:40

Target Pengesahan RUU Hukum Acara Perdata Masih Abu-Abu

Senin, 30 Maret 2026 | 15:31

Wamenhaj RI Bahas Antisipasi Biaya dan Logistik Haji 2026 dengan Arab Saudi

Senin, 30 Maret 2026 | 15:29

Selengkapnya