Berita

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa di Pasar Tanah Abang, Senin, 9 Maret 2026. (RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Politik

Purbaya: Kita Tidak Resesi

SELASA, 10 MARET 2026 | 01:21 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Peringatan ancaman resesi yang membayangi perekonomian Indonesia pada kuartal II 2026, seperti disampaikan Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira, ditanggapi dingin oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Purbaya secara tegas membantah kekhawatiran bahwa Indonesia akan memasuki masa resesi. Ia memastikan kondisi ekonomi nasional masih berada dalam fase ekspansi.

“Jangankan krisis, resesi saja belum. Melambat saja belum. Kita masih ekspansi, masih akselerasi,” kata Purbaya kepada wartawan di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin 9 Maret 2026.


Menurutnya, pelemahan rupiah juga dipengaruhi sentimen pasar yang muncul akibat pernyataan sebagian ekonom yang menilai Indonesia berpotensi mengalami resesi seperti krisis 1997?"1998.

“Rupiah Rp17.000 karena sebagian ekonom bilang katanya kita lagi resesi, seperti 97-98 lagi. Begitulah, daya beli sudah hancur,” ujar Purbaya.

Purbaya juga meminta investor pasar saham tidak panik karena fondasi ekonomi Indonesia dinilai tetap kuat. Ia menegaskan pemerintah telah memiliki pengalaman menghadapi berbagai krisis ekonomi global.

Ia mencontohkan, saat krisis keuangan global 2008, perekonomian Indonesia masih mampu tumbuh positif meskipun banyak negara mengalami kontraksi.

“Jadi teman-teman tidak perlu takut, kita punya pengalaman memitigasi... yang jelas dengan pengalaman 97-98, 2008 dan 2020 kita bisa mengatasi pertumbuhan ekonominya,” pungkas Purbaya.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

UPDATE

PBB Harus Bertindak Usai TNI Gugur dalam Serangan Israel

Senin, 30 Maret 2026 | 16:08

Apel Perdana Pasca Lebaran, Sekjen DPD Minta Kinerja Pegawai Dipercepat

Senin, 30 Maret 2026 | 16:06

Prajurit TNI Gugur di Lebanon, DPR: Ini Menyakitkan

Senin, 30 Maret 2026 | 16:04

Penerbangan Langsung Tiongkok-Korut Kembali Dibuka Setelah Vakum Enam Tahun

Senin, 30 Maret 2026 | 16:04

Cak Imin Kritik Cara Pandang Aparat dalam Kasus Amsal Sitepu

Senin, 30 Maret 2026 | 16:01

Pemprov DKI Segera Susun Aturan Turunan PP Tunas

Senin, 30 Maret 2026 | 15:53

Lebaran Selesai, Kemenkop Gaspol Operasionalisasi Kopdes Merah Putih

Senin, 30 Maret 2026 | 15:45

Komisi II Kulik Proker hingga Renstra KPU-Bawaslu-DKPP

Senin, 30 Maret 2026 | 15:40

Target Pengesahan RUU Hukum Acara Perdata Masih Abu-Abu

Senin, 30 Maret 2026 | 15:31

Wamenhaj RI Bahas Antisipasi Biaya dan Logistik Haji 2026 dengan Arab Saudi

Senin, 30 Maret 2026 | 15:29

Selengkapnya