Berita

Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira. (Foto: Istimewa)

Politik

Ekonom: RI Terancam Resesi Kuartal II 2026

SELASA, 10 MARET 2026 | 01:04 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Ancaman resesi membayangi perekonomian Indonesia pada kuartal II 2026 di tengah lonjakan harga minyak dunia dan tekanan terhadap nilai tukar rupiah.

Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira menilai, gejolak global akibat konflik di Timur Tengah berpotensi memicu kenaikan harga energi sekaligus mengguncang pasar keuangan domestik.

Tekanan tersebut terlihat dari pergerakan harga minyak dunia yang tembus di atas 100 dolar AS hari ini. Sementara, rupiah sempat menembus Rp17.000 per dolar AS, dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 3,27 persen ke level 7.337.


“Setelah minyak naik dan IHSG anjlok, maka inflasi akan melemahkan konsumsi rumah tangga. End game-nya memang resesi di kuartal II 2026,” kata Bhima kepada RMOL pada Senin 9 Maret 2026.

Ia menjelaskan, pelemahan kurs rupiah akan berdampak langsung pada peningkatan biaya hidup masyarakat akibat kenaikan harga barang dan jasa. Kondisi ini dinilai berpotensi memicu fenomena cost of living crisis di dalam negeri.

Dalam waktu dekat, Bhima juga melihat risiko kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan liquefied petroleum gas (LPG). Kedua komoditas tersebut dinilai sangat sensitif terhadap pelemahan rupiah karena ketergantungan impor yang besar.

“Dampak ke masyarakat karena naiknya harga minyak dan pelemahan kurs rupiah bisa membuat biaya hidup naik, barang makin mahal karena cost of living crisis,” kata Bima.

Selain itu, lonjakan biaya produksi juga berpotensi memicu gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di berbagai sektor.

Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Komisi III DPR Dukung Kejagung Bongkar Tuntas Mafia Nikel di Sultra

Senin, 09 November 2026 | 00:30

Menanti Hoegeng di Zaman Now

Senin, 09 November 2026 | 00:06

Ratusan Ojol dan Sahabat Disabilitas Peroleh Santunan Jelang HUT ke-15 Nasdem

Minggu, 08 November 2026 | 23:41

Surya Paloh Ingatkan Ego Partai Tak Boleh Kalahkan Kepentingan Nasional

Minggu, 08 November 2026 | 23:37

Jimly Minta 8 Partai di Parlemen Segera Bermusyawarah soal Gibran

Minggu, 08 November 2026 | 23:25

UI dan Peradi Profesional Perkuat Kolaborasi Lewat Networking Golf Tournament 2026

Minggu, 08 November 2026 | 20:55

Mutu Audit jadi Penentu Kepercayaan Publik terhadap Korporasi

Minggu, 08 November 2026 | 20:00

Desak Tito Mundur, Faizal Assegaf: Dia Lingkar Inti Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 19:45

Ubedilah Badrun: Patron Jenderal Listyo Sigit Bertahun-tahun adalah Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 19:38

Prabowo Kumpulkan 10 Mantan Kapolri di Hambalang, Ada Da'i Bachtiar hingga Tito Karnavian

Minggu, 08 November 2026 | 18:48

Selengkapnya