Berita

Ayatollah Mojtaba Khamenei (Foto: Caspian Post)

Dunia

Mojtaba Khamenei Langsung Komandoi Gelombang ke-30 Serangan Militer ke Israel-AS

SENIN, 09 MARET 2026 | 18:11 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Pemimpin Tertinggi baru Republik Islam Iran, Mojtaba Khamenei, langsung mengambilalih komando militer tak lama setelah dilantik menggantikan ayahnya, Ali Khamenei. 

Menurut keterangan pers Kedutaan Besar Iran di Jakarta, gelombang ke-30 operasi militer yang menargetkan pangkalan Amerika Serikat dan wilayah Israel berada di bawah komando Mojtaba Khamenei pada Senin, 9 Maret 2026. 

"Pagi ini tahap ke-30 dari Operasi ‘Janji Setia 4’ (Va'deh Sadegh 4) dilaksanakan di bawah komando kepemimpinan Ayatollah Seyyed Mojtaba Khamenei terhadap wilayah-wilayah zionis Israel," ungkap laporan tersebut.


Dikatakan bahwa Mojtaba Khamenei terpilih sebagai Pemimpin Tertinggi ketiga Iran setelah meraih dukungan lebih dari 85 persen suara dari Majelis Khobregan Kepemimpinan atau Dewan Pakar.

“Ayatollah Seyyed Mojtaba Hosseini Khamenei, putra Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran, Ayatollah al-Udzma syahid Seyyed Ali Hosseini Khamenei, dengan memperoleh lebih dari 85 persen suara dari Majelis Khobregan Kepemimpinan (Dewan Pakar Kepemimpinan), telah ditetapkan sebagai Pemimpin Ketiga Republik Islam Iran,” demikian pernyataan resmi Kedubes Iran.

Kedubes Iran menegaskan bahwa dengan pelantikan Mojtaba Khamenei di tengah perang, menunjukkan bahwa sistem pemerintahan negara tersebut tidak bergantung pada satu figur semata. 

“Pemilihan ini sekali lagi membuktikan bahwa Republik Islam Iran tidak bergantung pada satu individu, melainkan merupakan sebuah sistem yang berlandaskan supremasi hukum, suara rakyat, dan nilai-nilai Ilahi," tegasnya. 

Sementara itu, Departemen Hubungan Masyarakat Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengungkapkan bahwa gelombang ke-30 Operasi “Janji Sejati 4” dilancarkan dengan mengerahkan rudal Khorramshahr-4, rudal Fattah, rudal Kheibar Shekan, serta armada drone.

Serangan tersebut diklaim berhasil mengenai pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah dan sejumlah target di Israel bagian utara.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

KPK Panggil VP PT Valbury Asia Futures di Kasus Gratifikasi Mantan Sekjen MPR

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:31

Karhutla Ancam Orangutan, Puluhan Satwa Dievakuasi

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:23

Kepala BPGMN hingga Menkopolkam Merapat ke Istana Jelang Ratas Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:22

Ancaman MSCI, Sudah Tepat OJK Sanksi Emiten Milik Prajogo Pangestu dan Franky Widjaja

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:20

Pemerintah Jangan Anggap Remeh Hasil Survei

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Kasus Dugaan Suap, KPK Panggil Pejabat Pemkab Lombok Barat dan Staf Hotel

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Roadmap IHT Dibutuhkan untuk Jamin Kepastian Usaha

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:05

Terancam Turun Kelas, BEI Temui MSCI Sore Ini

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:51

Kasus Suap Asuransi Perkapalan Pelni, KPK Panggil Petinggi Pialang Asuransi

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:45

Komisi III DPR Dukung Kapolri Dorong MUI Kaji Fatwa soal Vape

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:39

Selengkapnya