Berita

Truk pengangkut sampah di Bantargebang. (Foto: DLH DKI)

Nusantara

Dua Zona Pembuangan Sementara Bantargebang Disiapkan Antisipasi Penumpukan Sampah

SENIN, 09 MARET 2026 | 16:12 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Setelah peristiwa longsornya tumpukan sampah di Zona 4A Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan dua titik baru sebagai tempat pembuangan sampah sementara. Ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya penumpukkan sampah.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menjelaskan, dua zona baru dan zona 3 di TPST Bantargebang disiapkan untuk memastikan layanan pembuangan sampah di Jakarta tetap berjalan. Sedangkan titik pembuangan sampah di Zona 4A akan ditutup untuk sementara waktu.

"Untuk sementara ini, sambil menunggu zona 4A diselesaikan, maka zona 3 dan 2 zona baru sedang kita persiapkan untuk bersifat temporari, sementara. Jadi tidak permanen. Dan harapan kami adalah untuk zona 4A ini, segera bisa dipulihkan kembali," jelas Pramono, saat memberikan keterangan pers di Balai Kota DKI Jakarta, Senin, 9 Maret 2026.


Lebih lanjut, Pemprov DKI berkomitmen menjalankan arahan Kementerian Lingkungan Hidup untuk memperketat proses pemilahan sampah sejak dari hulu.

Pramono menyampaikan, perlunya dilakukan pemilahan sampah sebelum dikirim ke TPST Bantargebang, mengingat kapasitasnya yang semakin terbatas. Sementara volume sampah harian Jakarta diketahui berkisar antara 7.400 hingga 8.000 ton.

"Pasti ada dampaknya (insiden longsor). Dan untuk itu kami akan melakukan proses pemilahan di ujung. Dan sekaligus untuk mengatur agar semuanya itu tidak dikirimkan ke Bantargebang," ujarnya.

Selain itu, Gubernur juga mendorong percepatan operasional fasilitas RDF Plant di Rorotan, Jakarta Utara dengan target kapasitas 1.000 ton per hari.

"Yang di Rorotan kami sedang melakukan, mudah-mudahan commissioning-nya itu segera selesai sehingga Rorotan segera bisa beroperasi normal," ucapnya.

Peristiwa longsor yang terjadi di zona 4A TPST Bantargebang pada Minggu kemarin mengakibatkan empat orang meninggal dunia. Insiden ini terjadi setelah hujan lebat mengguyur kawasan tersebut.

Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta langsung mengaktifkan operasi tanggap darurat untuk memastikan keselamatan petugas, melakukan penanganan korban, serta menstabilkan area agar layanan pengelolaan sampah dapat segera dipulihkan.

Penanganan dilakukan oleh tim gabungan lintas instansi, melibatkan Basarnas, Polda Metro Jaya, TNI, BPBD DKI Jakarta dan Kota Bekasi, Damkar, serta aparat di wilayah setempat dengan dukungan 19 ekskavator alat berat dan 7 unit ambulans.


Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

Prabowo Kumpulkan Ratusan Pengurus Kadin se-Indonesia di Istana

Jumat, 31 Juli 2026 | 14:26

Larangan Dapur MBG Gunakan Barang Bersubsidi Sudah Tepat

Jumat, 31 Juli 2026 | 14:25

Cegah Gagal Panen, Komisi IV DPR Minta Pemerintah Antisipasi Dampak El Nino

Jumat, 31 Juli 2026 | 14:03

Indonesia-Tiongkok Perkuat Kemitraan Strategis Berbasis Ekonomi Hijau

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:53

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Dinilai Paling Siap, Palangka Raya jadi Percontohan Digitalisasi Perlinsos Berbasis IKD

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:33

Praperadilan Ketiga Roy Suryo, Ahli Perkuat Dalil Permohonan Ganti Rugi Rp206 Juta

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:32

Jakarta Gandeng Banten Bangun Kawasan Ketahanan Pangan Terpadu

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:27

Digitalisasi Perizinan Tutup Celah Perdagangan Satwa Liar Ilegal

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:12

IHSG Sesi I Menguat 29 Poin, Saham TINS DEWA dan BBCA Paling Memikat Investor

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:12

Selengkapnya