Berita

Program MBG. (Foto: RMOLJateng)

Bisnis

Purbaya: Anggaran MBG Tidak akan Dipotong

SENIN, 09 MARET 2026 | 15:45 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dipastikan tidak akan dipangkas, namun pemerintah membuka ruang penyesuaian terhadap belanja yang dinilai tidak berkaitan langsung dengan penyediaan makanan.

Penegasan itu muncul setelah sebelumnya pemerintah mengisyaratkan kemungkinan penghematan anggaran jika tekanan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) meningkat, terutama akibat lonjakan harga minyak dunia.

Dalam perkembangan terbaru, fokus pemerintah disebut bukan pada pemotongan program utama, melainkan memastikan penggunaan anggaran berlangsung efektif.


Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah tidak berencana memangkas program MBG secara keseluruhan. Namun, komponen belanja yang dinilai tidak produktif tetap akan dievaluasi.

“Jadi, MBG enggak akan dipotong kecuali yang tidak produktif. Kita lihat saja,” ujar Purbaya kepada wartawan di Jakarta, Senin, 9 Maret 2026. 

Ia menambahkan, pemerintah tetap akan menyesuaikan anggaran agar penggunaannya benar-benar efisien. Menurutnya, belanja program harus diarahkan pada komponen yang langsung mendukung tujuan utama penyediaan makanan bergizi bagi penerima manfaat.

“Kalau MBG kita lihat terus. Nggak kita potong anggarannya. Tapi kita pastikan yang dibelanjakan betul-betul efektif dan efisien,” jelasnya.

Isu penyesuaian anggaran MBG sebelumnya muncul setelah pemerintah menghitung berbagai skenario dampak lonjakan harga minyak global terhadap APBN 2026. 

Dalam skenario tersebut, tekanan terhadap defisit anggaran mulai terasa apabila harga minyak dunia bertahan jauh di atas asumsi APBN.

Meski demikian, Purbaya menekankan pemerintah masih memantau perkembangan harga minyak dalam jangka waktu tertentu sebelum mengambil langkah penyesuaian kebijakan fiskal. Menurutnya, evaluasi dilakukan secara berkala agar keputusan yang diambil tidak mengganggu momentum pertumbuhan ekonomi.


Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Dirgahayu Pandeglang ke-152, Gong Salaka!

Rabu, 01 April 2026 | 18:04

Klaim Nadiem Dipatahkan Jaksa: Rekomendasi JPN Tak Dilaksanakan

Rabu, 01 April 2026 | 18:03

Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Macet, Legislator Golkar Koordinasi dengan APH

Rabu, 01 April 2026 | 17:40

Pariwisata Harus Serap Banyak Tenaga Kerja Lokal

Rabu, 01 April 2026 | 17:24

Harta Gibran Tembus Rp 27,9 Miliar di LHKPN 2025

Rabu, 01 April 2026 | 17:03

Purbaya Pede Defisit APBN 2026 di Bawah 3 Persen

Rabu, 01 April 2026 | 17:00

Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Sulit Dihindari

Rabu, 01 April 2026 | 16:51

Menaker Yassierli Imbau Swasta dan BUMN Terapkan WFH Sehari dalam Sepekan

Rabu, 01 April 2026 | 16:51

Selisih Harga BBM Nonsubsidi Ditanggung Pertamina

Rabu, 01 April 2026 | 16:44

Selengkapnya