Berita

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa. (RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Bisnis

Purbaya: Pemerintah Terus Berupaya Redam Dampak Lonjakan Harga Minyak Dunia

SENIN, 09 MARET 2026 | 14:37 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Di tengah fluktuasi harga minyak global yang menembus angka 100 dolar AS per barel, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengimbau masyarakat agar tidak terburu-buru panik. Ia menegaskan bahwa pemerintah saat ini terus bekerja keras untuk menyerap (absorb) gejolak harga energi dunia agar tidak langsung membebani rakyat.

Pemerintah berkomitmen menggunakan instrumen Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebagai bantalan fiskal untuk menahan tekanan harga minyak mentah yang melonjak akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

“Nanti kalau harga minyak dunia naik pun, kita akan coba absorb lewat APBN, dan kita akan mengendalikan semaksimal mungkin,” ujar Purbaya saat ditemui di kawasan Tanah Abang, Jakarta, Senin 9 Maret 2026. 


Purbaya secara khusus meminta publik untuk tidak menyimpulkan secara prematur bahwa kenaikan harga saat ini akan berlangsung permanen atau langsung berdampak pada penyesuaian harga BBM di dalam negeri. Ia menjelaskan bahwa perhitungan APBN menggunakan rata-rata harga tahunan, bukan fluktuasi harian yang bersifat sesaat.

“Jangan terlalu cepat-cepat menyimpulkan harga akan 100 terus. Kita monitor dari waktu ke waktu dan saya tidak akan terlambat mengambil keputusan kalau diperlukan,” tegasnya.

Hingga saat ini, pemerintah belum mengambil langkah untuk menaikkan harga BBM. Purbaya memastikan bahwa evaluasi kondisi fiskal dilakukan secara hati-hati dan berkala dengan mempertimbangkan stabilitas ekonomi masyarakat.

“Sampai sekarang belum ada kebijakan untuk merubah subsidi BBM dalam pengertian menaikkan harga BBM. Karena kita lihat seperti apa kondisinya. Nanti kalau sebulan semuanya berubah, kita akan evaluasi,” tambahnya.

Lonjakan tajam harga minyak dunia dipicu oleh serangan militer terhadap fasilitas energi di Teheran, Iran. Pada perdagangan Senin 9 Maret 2026, minyak mentah jenis Brent melonjak drastis hingga menyentuh angka 111,04 Dolar AS per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) berada di level 107,40 Dolar AS per barel.

Meski situasi global sedang memanas, pemerintah terus memantau jalur distribusi strategis seperti Selat Hormuz guna memastikan mitigasi energi nasional tetap terkendali.

Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Kecelakaan Moge di Kulon Progo, Istri Bos Rokok HS Meninggal

Senin, 02 Maret 2026 | 18:54

KAI Wisata Hadirkan Kereta Panoramic Rute Jakarta–Yogyakarta dan Solo

Sabtu, 28 Februari 2026 | 15:37

UPDATE

Tak Lagi Menjabat, Anies Keliling Kampus Isi Ceramah

Senin, 09 Maret 2026 | 10:15

Pemerintah Diminta Turun Atasi Ancaman Kental Manis pada Anak di Aceh Tamiang

Senin, 09 Maret 2026 | 10:10

Tips Praktis Investasi Emas untuk Pemula, Cara Aman Lindungi Nilai Aset

Senin, 09 Maret 2026 | 10:10

Prabowo Minta Laporan Progres Proyek 10 Universitas STEM dan Kedokteran di Hambalang

Senin, 09 Maret 2026 | 10:03

Ramai Isu Pembajakan, Pandji Bakal Rilis Buku dari Spesial Show Mens Rea

Senin, 09 Maret 2026 | 10:01

Malam Takbiran dan Nyepi Barengan di Bali? Begini Cara Umat Menjaga Harmoni

Senin, 09 Maret 2026 | 09:54

Perkara Selebgram Nabilah O'Brien dengan Zendhy Kusuma Berujung Damai

Senin, 09 Maret 2026 | 09:52

JK Sarankan Prabowo Prioritaskan Program yang Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Senin, 09 Maret 2026 | 09:42

Serangan ke KPK soal Kasus Gus Yaqut Dinilai Menyesatkan

Senin, 09 Maret 2026 | 09:36

Cadangan BBM Hanya 20 Hari, Ekonom Ingatkan Risiko Inflasi dan Beban Fiskal

Senin, 09 Maret 2026 | 09:33

Selengkapnya