Berita

Menteri Perang AS Pete Hegseth (Foto: The Guardian)

Global

AS Tegaskan Perang Akan Terus Berlanjut Hingga Iran Menyerah

SENIN, 09 MARET 2026 | 13:19 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Menteri Perang Amerika Serikat (AS) Pete Hegseth menyebut operasi militer terhadap Iran akan terus berlanjut hingga Teheran dipaksa menyerah tanpa syarat. 

Dalam wawancara dengan CBS News, Hegseth menegaskan bahwa tujuan utama operasi militer tersebut adalah memaksa Iran menerima kekalahan total sebagaimana diarahkan Presiden AS, Donald Trump.

“Tujuan yang ditetapkan oleh Presiden Donald Trump adalah untuk mencapai penyerahan tanpa syarat,” kata Hegseth, seperti dikutip Senin, 9 Maret 2026.


Ia menegaskan bahwa Washington sepenuhnya menentukan syarat dan parameter konflik, serta mengetahui kapan pihak lawan sudah tidak lagi mampu melanjutkan pertempuran.

Menurut Hegseth, sejak dimulainya operasi militer, pasukan AS telah menghantam hampir 3.000 target di dalam wilayah Iran. 

Serangan tersebut melibatkan lebih dari 50.000 personel militer Amerika dan dilakukan dalam koordinasi erat dengan Angkatan Udara Israel untuk memastikan dominasi udara sepenuhnya.

“Pasukan AS telah menyerang hampir 3.000 target di dalam wilayah Iran sejak dimulainya operasi,” ujarnya.

Terkait kemungkinan pengerahan pasukan darat, Hegseth menegaskan Washington tidak menutup opsi apa pun. Ia mengatakan pemerintah AS berhak untuk mempertimbangkan opsi apa pun yang tersedia, namun menolak mengungkap batas waktu maupun rincian operasional di lapangan.

Di sektor maritim, Hegseth menegaskan AS akan memastikan keamanan jalur energi global di Selat Hormuz dengan kekuatan militer besar. Ia menyebut kemampuan angkatan laut Iran telah mengalami kemunduran signifikan akibat rangkaian serangan yang terus berlangsung.

Pernyataan tersebut muncul saat operasi militer gabungan AS dan Israel yang dikenal sebagai Operation Epic Fury memasuki pekan kedua. 

Operasi itu sebelumnya menargetkan kompleks Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, di Teheran yang dilaporkan menewaskannya bersama sejumlah komandan senior Iran.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Jangkau Jutaan Rakyat, Pelaksanaan Program Prabowo Harus Terus Dijaga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:18

PT Timah Amankan Fasilitas Kredit Rp4 Triliun dari Bank Mandiri

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:10

Kadin Dukung Opsi Bahlil Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:00

Natalius Pigai: HAM Terus Lahir dalam Relasi Sosial di Desa dan Kampung

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:45

Api Gunung Lawu Belum Padam, 500 Hektare Lahan Terbakar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:39

OJK Salurkan Kredit Rp53 Triliun ke 2.100 Penerima dalam 3 Bulan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:29

Kabut Asap Makin Mengkhawatirkan, 333 Ribu Warga Terserang ISPA

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:08

Pengamat: Aksi Korporasi Haji Isam Akuisisi Saham BYAN Sejalan Konstitusi

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:04

KPK Dalami Keterlibatan Pejabat Kementerian PU dalam Kasus BBPJN Sumut

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:47

Semangat Sinergi untuk Keadilan Warnai Rangkaian Hari Bakti ke-2 Kemenko Kumham Imipas

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:41

Selengkapnya