Berita

Gunung sampah Bantargebang. (Foto: Istimewa)

Nusantara

Operasional RDF Rorotan Dikebut Usai Longsor Bantargebang

SENIN, 09 MARET 2026 | 13:02 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menargetkan fasilitas pengolahan sampah Refuse Derived Fuel (RDF) Rorotan di Jakarta Utara dapat segera beroperasi untuk membantu mengurangi beban sampah ibu kota.

Hal tersebut disampaikan Pramono usai meninjau lokasi longsor di TPST Bantargebang, Senin, 9 Maret 2026. Ia menilai peristiwa longsor tersebut menjadi pengingat penting bahwa kapasitas pengelolaan sampah Jakarta sudah sangat terbatas sehingga perlu solusi alternatif.

Menurut Pramono, fasilitas RDF Rorotan diproyeksikan mampu membantu mengurangi volume sampah Jakarta secara signifikan setiap harinya.


“Saya menargetkan RDF Rorotan nantinya bisa membantu mengurangi sekitar 1.000 sampai 1.500 ton sampah per hari. Mudah-mudahan proses commissioning segera selesai sehingga fasilitas ini bisa beroperasi secara normal,” ujarnya.

Saat ini fasilitas RDF Rorotan masih dalam tahap uji coba dan persiapan operasional bersama para pakar. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan seluruh proses dilakukan secara hati-hati agar fasilitas tersebut dapat beroperasi secara ramah lingkungan, aman, dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat di sekitar lokasi.

Pengoperasian RDF Rorotan merupakan bagian dari strategi jangka menengah untuk mengurangi ketergantungan Jakarta terhadap TPST Bantargebang yang setiap hari menerima kiriman sampah dalam jumlah besar.

Berdasarkan data Pemprov DKI, volume sampah yang dikirim ke Bantargebang mencapai sekitar 7.400 hingga 8.000 ton per hari. Kondisi ini membuat daya tampung tempat pengolahan sampah tersebut semakin terbatas.

Karena itu, pemerintah juga mulai melakukan langkah-langkah lain seperti pemilahan sampah serta pengalihan sementara pengiriman sampah ke zona lain di Bantargebang sambil menunggu pemulihan area yang terdampak longsor.

Dengan beroperasinya RDF Rorotan, diharapkan sebagian sampah Jakarta dapat diolah menjadi bahan bakar alternatif sehingga beban penumpukan sampah di Bantargebang dapat berkurang secara bertahap.


Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Langkah Polri Bongkar Kasus Dugaan Korupsi Kejagung Tuai Apresiasi

Kamis, 09 Juli 2026 | 03:59

UPDATE

Matador Pulangkan Belgia di Menit Akhir

Sabtu, 11 Juli 2026 | 04:14

Pengadaan Batu Bara Belum Tentu Penyebab Blackout Sumatera

Sabtu, 11 Juli 2026 | 04:05

Ijazah Asli Jokowi Dipastikan Sama seperti Unggahan Dian Sandi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:45

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Jampidsus Febrie Resmi Mundur

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:23

Antara VAR dan Tuduhan Argentina Anak Emas FIFA

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:02

Pemerintah Dukung Kortastipidkor Usut Tuntas Perkara Korupsi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:35

Pernyataan Febrie Dinilai Upaya Kendalikan Narasi di Tengah Deretan Fakta

Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:33

Demo Copot Jampidsus Febrie

Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:24

Akademisi University Swedia Teliti Penanggulangan Bencana PMI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:11

Selengkapnya