Berita

Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

Bisnis

Lonjakan Harga Minyak Dunia Picu Ancaman Kenaikan BBM

SENIN, 09 MARET 2026 | 11:51 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Harga minyak dunia yang tembus di atas 100 Dolar AS per barel membuka peluang kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) di dalam negeri.

Pada perdagangan Senin, 9 Maret 2026, harga minyak mentah jenis Brent untuk kontrak pengiriman Mei 2026 telah melonjak 18,35 Dolar AS atau 19,8 persen ke 111,04 Dolar AS per barel.

Sedangkan harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak pengiriman April 2026 naik 16,50 Dolar AS atau 18,2 persen menjadi 107,40 Dolar AS per barel.


Sebelumnya, sinyal kenaikan BBM telah diungkapkan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Menurutnya, pemerintah akan menaikkan BBM subsidi apabila lonjakan harga minyak dunia mulai membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). 

Lonjakan harga minyak, kata Purbaya akan berdampak langsung pada membengkaknya beban subsidi energi. Jika kondisi tersebut terjadi, pemerintah, menurutnya, dapat mempertimbangkan penyesuaian harga BBM sebagai salah satu opsi kebijakan.

“Kalau anggarannya sudah tidak kuat, tidak ada jalan lain, kita harus berbagi beban dengan masyarakat. Artinya bisa saja ada kenaikan harga BBM jika nilainya terlalu tinggi dan anggaran tidak lagi mampu menanggung,” kata Purbaya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, dikutip pada Senin, 9 Maret 2026.

Dalam hitungan Purbaya, jika harga minyak menembus 92 dolar AS per barel dalam waktu yang lama, maka defisit APBN berpotensi melebar hingga 3,6?"3,7 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

“Kalau tidak melakukan apa-apa, defisit kita naik ke 3,6 persen sampai 3,7 persen dari PDB,” tuturnya.

Adapun lonjakan harga minyak dunia ini terjadi setelah Amerika Serikat (AS) dan Israel memborbardir depo penyimpanan minyak dan fasilitas penyulingan di ibu kota Iran, Teheran.

Kondisi tersebut memicu awan hitam mengepul dan hujan beracun di Iran. Imbasnya, sejumlah produsen minyak mengkhawatirkan gangguan pengiriman melalui jalur strategis Selat Hormuz.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Dilema Kelas Menengah dan Bawah di Dua Tahun Prabowo-Gibran

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:31

Lewat Surat Terbuka, Forum Guru Besar Indonesia Desak Gibran Mundur dari Wapres!

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:20

Prabowo Berbelasungkawa atas Wafatnya Jenderal TNI Purn Subagyo

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:17

Harga Emas Antam Ambruk, Termurah Dijual Rp1,33 Juta

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:13

Sempat Dirumorkan Meninggal, Kim Jong-un Muncul di Pameran Mode Korut

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:03

Muslim Arbi Apresiasi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Swasembada Beras Jadi Prestasi

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:59

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Rupiah Bergerak ke Rp18.023 per Dolar AS

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:49

Komisi II DPR Desak HGU Perusahaan Pembakar Hutan Dicabut

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:44

BEI Pastikan Saham HSC Tetap Diperdagangkan, Hanya Dicoret dari Hitungan IHSG

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:40

IHSG Dibuka Merah, Dua Menit Perdagangan Langsung Lompat 1,8 Persen

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:22

Selengkapnya