Berita

Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia (RI), Jusuf Kalla, saat berdiskusi bersama sejumlah ekonom di kawasan Jakarta Selatan, pada Minggu, 8 Maret 2026 malam. (Foto: Istimewa)

Politik

JK Sarankan Prabowo Prioritaskan Program yang Dorong Pertumbuhan Ekonomi

SENIN, 09 MARET 2026 | 09:42 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Program yang seharusnya diprioritaskan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, didorong oleh Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia (RI), Jusuf Kalla, untuk dapat menggenjot pertumbuhan ekonomi di tengah kondisi ketidakseimbangan fiskal yang dihadapi negara.

Hal tersebut disampaikan Kalla kepada wartawan usai menggelar diskusi bersama sejumlah ekonom di kawasan Jakarta Selatan, pada Minggu, 8 Maret 2026 malam.

Sosok yang dikenal dengan sapaan JK itu menegaskan, pemerintah perlu memilih program yang bersifat produktif dan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi, sekaligus memperbaiki kondisi ekonomi masyarakat di tengah ketidakpastian saat ini.


“Harus memilih prioritas yang dapat memberikan pertumbuhan yang baik untuk negeri ini dan memperbaiki kehidupan ekonomi masyarakat,” ucapnya dikutip melalui keterangan tertulisnya, Senin, 9 Maret 2026.

Menurut JK, dalam situasi fiskal yang tidak seimbang, pemerintah perlu menata kembali prioritas pembangunan, salah satunya adalah dengan menurunkan pengeluaran yang kurang produktif dan memilih skema pembiayaan yang benar-benar memberi dampak bagi kemajuan negara serta kesejahteraan masyarakat.

“Dalam kondisi negeri mengalami ketidakseimbangan fiskal yang besar, maka solusinya antara lain memilih pembiayaan yang dapat memajukan negara dan berdampak pada masyarakat, serta bagaimana meningkatkan penerimaan negara,” ujar Kalla.

Ia menilai berbagai program pemerintah memang penting, seperti makan bergizi gratis (MBG), pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista), hingga penguatan Koperasi Desa Merah Putih, tetapi pemerintah menurutnya tetap harus menentukan mana yang paling mendesak untuk didahulukan.

“MBG penting, beli alutsista penting, koperasi penting. Tapi ada yang lebih penting lagi,” katanya.


Ia juga menambahkan bahwa sejumlah program bukan berarti tidak penting, melainkan pelaksanaannya perlu menyesuaikan waktu dan kondisi fiskal negara.

“Bukan berarti itu tidak penting, itu perlu, tapi ada waktunya. Yang paling penting saat ini adalah memilih prioritas terbaik,” demikian JK menambahkan.

Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Komisi III DPR Dukung Kejagung Bongkar Tuntas Mafia Nikel di Sultra

Senin, 09 November 2026 | 00:30

Menanti Hoegeng di Zaman Now

Senin, 09 November 2026 | 00:06

Ratusan Ojol dan Sahabat Disabilitas Peroleh Santunan Jelang HUT ke-15 Nasdem

Minggu, 08 November 2026 | 23:41

Surya Paloh Ingatkan Ego Partai Tak Boleh Kalahkan Kepentingan Nasional

Minggu, 08 November 2026 | 23:37

Jimly Minta 8 Partai di Parlemen Segera Bermusyawarah soal Gibran

Minggu, 08 November 2026 | 23:25

UI dan Peradi Profesional Perkuat Kolaborasi Lewat Networking Golf Tournament 2026

Minggu, 08 November 2026 | 20:55

Mutu Audit jadi Penentu Kepercayaan Publik terhadap Korporasi

Minggu, 08 November 2026 | 20:00

Desak Tito Mundur, Faizal Assegaf: Dia Lingkar Inti Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 19:45

Ubedilah Badrun: Patron Jenderal Listyo Sigit Bertahun-tahun adalah Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 19:38

Prabowo Kumpulkan 10 Mantan Kapolri di Hambalang, Ada Da'i Bachtiar hingga Tito Karnavian

Minggu, 08 November 2026 | 18:48

Selengkapnya