Berita

Ilustasi (RMOL via Gemini AI)

Bisnis

Dolar AS Perkasa di Tengah Krisis Timteng dan Lonjakan Harga Minyak

SENIN, 09 MARET 2026 | 08:22 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Nilai tukar Dolar AS melonjak tajam pada perdagangan Senin 9 Maret 2026, dipicu oleh eskalasi konflik di Timur Tengah yang memaksa investor mengalihkan modal mereka ke aset aman (safe haven). 

Sentimen ini diperparah oleh harga minyak mentah yang menembus angka 100 Dolar AS per barel serta terpuruknya bursa saham global.

Berdasarkan laporan Reuters, mata uang Negeri Paman Sam ini menunjukkan dominasinya terhadap sejumlah mata uang utama.


Dolar AS menguat 0,8 persen teradap Euro, ke level 1,1525 Dolar AS, posisi terkuatnya sejak November lalu.

Terhadap Yen Jepang, Dolar AS hampir 0,4 persen menjadi 158,48. Sedangkan Poundsterling, Dolar Australia, dan Dolar Selandia Baru kompak merosot lebih dari 0,6 persen.

Kenaikan harga minyak jenis Brent dan WTI yang melampaui 108 Dolar AS per barel diprediksi akan menghambat laju ekonomi dunia. Bob Savage, Head of Markets Macro Strategy BNY, menyoroti bahwa lonjakan biaya energi ini berdampak langsung pada peta inflasi dan suku bunga.

"Penguatan Dolar saat ini mengingatkan pada krisis energi global di 2022," ujar Savage.

Savage menambahkan bahwa pasar pekan ini akan menguji apakah konflik tersebut hanya guncangan sesaat atau awal dari gangguan pasokan energi yang kronis.

Yang menarik, meskipun emas biasanya menjadi primadona saat krisis, kali ini aset tersebut justru melemah karena aksi ambil untung. Dolar AS pun mengukuhkan posisinya sebagai instrumen lindung nilai paling efektif dengan mencatat pertumbuhan mingguan tertinggi dalam 15 bulan.

Kepala Riset Valuta Asing dan Geoeconomics Commonwealth Bank Australia, Joe Capurso, menjelaskan keunggulan ganda yang dimiliki AS saat ini; yaitu status Dolar sebagai aset aman global dan posisi AS sebagai eksportir energi utama.

Mengenai ketegangan antara Iran dan AS, Capurso memproyeksikan situasi mungkin akan memburuk sebelum mencapai titik temu.

"Teheran memiliki insentif untuk melakukan serangan balasan guna meningkatkan posisi tawar dalam negosiasi di masa depan, sementara Amerika dan Israel berupaya melemahkan kemampuan militer ofensif Iran," jelas Capurso.

Ketegangan memuncak menyusul penunjukan Mojtaba Khamenei sebagai penerus Pemimpin Tertinggi Iran. Langkah ini dianggap sebagai sinyal dominasi kelompok garis keras di Teheran. Sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas dunia terganggu setelah adanya serangan di **Selat Hormuz.

Kekhawatiran pasar semakin nyata setelah Menteri Energi Qatar memperingatkan kemungkinan penghentian ekspor dari produsen Teluk dalam beberapa pekan ke depan, yang berisiko menerbangkan harga minyak hingga 150 Dolar AS per barel.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Demokrasi Matang dan Tonggak Sejarah Baru di Maroko Pasca-Pemilu 2026

Rabu, 30 September 2026 | 10:27

Komisi IX DPR Dorong Pekerja Platform Digital Masuk RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

Rabu, 30 September 2026 | 10:18

Rupiah Menguat, Intip Proyeksinya Hari Ini

Rabu, 30 September 2026 | 10:07

Prabowo Dorong Rehabilitasi Pengguna Narkoba Berbasis Pendidikan dan Teknologi

Rabu, 30 September 2026 | 10:04

Trump Ganti Istilah AI jadi Super Intelligence

Rabu, 30 September 2026 | 09:50

Dugaan Suap Bela Parahiyangan Investindo Mirip Perkara Summarecon

Rabu, 30 September 2026 | 09:39

Jokowi Sengaja Tunjukkan KTA PSI di Kandang Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 09:36

Jokowi Menyadari Dirinya dan Gibran Sedang Diserang

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

Indonesia Usulkan Mekanisme Koordinasi Lintas Negara Berantas Penipuan Daring

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

Selengkapnya